RadarJombang.id - Pemkab Jombang melalui BPBD sudah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim untuk mengatasi banjir di Jombang.
Misalnya, menyedot air dari Sipon Watudakon dan membuang ke Sungai Brantas dengan pompa milik Perum Jasa Tirta.
Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas menyampaikan, hingga hari ketujuh air yang menggenang beberapa desa di Kecamatan Kesamben belum juga surut.
”Untuk itu, kami sudah rapat koordinasi dengan PU Pengairan provinsi, BBWS Brantas dan juga Perum Jasa Tirta untuk melakukan upaya bagaimana air ini segera surut,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (12/12).
Dijelaskan, salah satu upaya adalah melakukan upaya penyedotan di dam sipon ke Sungai Brantas. ”Hari ini sudah turun alat beratnya, ‘’ tambahnya.
Wiku menilai, penyebab utama banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kesamben karena intensitas curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama.
Hal itu membuat Afvour Watudakon meluap dan menggenang permukiman warga hingga sekarang.
”Namun demikian, kami dari BPBD sudah melakukan dan memastikan masyarakat yang ada di sana terpenuhi kebutuhannya mulai dari makannya, obat-obatannya, termasuk sarana MCK itu kita penuhi,’’ jelas dia.
Dari hasil evaluasi, sejauh ini kebutuhan sarpras dan makanan, minuman untuk warga terdampak banjir masih terpenuhi.
Meski begitu, ia juga sudah menyiapkan anggaran dengan pengajuan ke Pj Bupati Jombang.
”Untuk kebutuhan mamin dan sarpras, kita masih berusaha untuk mencukupi. Kami juga sudah mengantisipasi dengan menyiapkan anggaran. Terkait kebutuhan itu sudah kami ajukan kepada bapak Pj bupati,’’ jelas dia.
Baca Juga: Air Masih Naik di Hari Ke-6, Banjir di Jombok Jombang Jadi yang Terburuk Dalam 5 Tahun Terakhir
Sejauh ini, ia mengaku ada 168 warga mengungsi. Dengan rincian, di Pokso Blimbing ada 109 jiwa dan di Posko Jombok ada 59 jiwa.
Hasil pendampingan, mayoritas warga yang mengungsi mulai mengeluhkan keluhan penyakit gatal-gatal, batuk, dan panas.
”Untuk penanganan keluhan masyarakat, kita sudah komunikasikan dengan petugas medis dan sudah ditangani,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW