RadarJombang.id - Tidak hanya menggenani wilayah pemukiman, banjir juga menggenangi area persawahan di Kabupaten Jombang.
Dinas Pertanian (Disperta) Jombang mencatat, sedikitnya areal sawah yang terendam banjir mencapai seluas 834 hektare.
”Ini kami terus melakukan pendataan sawah yang terendam banjir dan dampaknya pada tanaman,” ujar Kepala Dinas Pertanian M Rony saat dikonfirmasi, Rabu (11/12).
Menurutnya, data areal sawah yang terendam banjir dinamis. Namun, trennya terus meluas.
”Lima hari yang lalu hanya Kecamatan Kesamben yang sawahnya terendam banjir. Yang terendam seluas 70 hektare. Sedangkan, data terbaru ada 834 hektare sawah yang terendam banjir,” katanya.
Luasan itu, lanjut Rony, tersebar di lima wilayah kecamatan.
Di antaranya, Kecamatan Sumobito seluas 458 hektare, Peterongan 235 hektare, Kesamben 70 hektare.
”Ada juga yang di Kecamatan Ploso seluas 67 hektare dan yang di Kecamatan Gudo 4 hektare,” paparnya.
Diungkapkan Rony, saat ini memasuki musim tanam padi. Rata-rata sawah yang terendam banjir baru saja tanam padi, sebagian masih pembibitan.
”Masih banyak juga yang persemian bibit, dan belum ditanam di sawah petani,” ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya akan memberikan bantuan kepada petani yang sudah menanam padinya dan rusak dampak banjir.
Baca Juga: Air Masih Naik di Hari Ke-6, Banjir di Jombok Jombang Jadi yang Terburuk Dalam 5 Tahun Terakhir
”Jadi nanti waktu tanam lagi mendapat bantuan bibit tapi untuk petani yang sudah menanam. Kalau yang masih persemian bibit tidak mendapat bantuan,” pungkas Rony.(yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW