Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Banjir Rendam Permukiman di Peterongan Jombang, Lansia dan Balita Diungsikan

Achmad RW • Rabu, 11 Desember 2024 | 12:19 WIB
Proses evakuasi warga Dusun Wonokero, Peterongan Jombang yang terdampak banjir Selasa (10/12) dini hari
Proses evakuasi warga Dusun Wonokero, Peterongan Jombang yang terdampak banjir Selasa (10/12) dini hari

RadarJombang.id - Puluhan lansia dan balita harus dievakuasi ke tempat pengungsian akibat banjir menggenangi perkampungan warga Dusun Wonokerto Selatan, Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang Selasa (10/12).

Air meluap ke permukiman setelah salah aliran sungai Rejoagung 2 meluber dan memenuhi perkampungan.

Sebanyak 38 balita dan lansia diungsikan ke kantor Balai Desa Peterongan dan sebagian lagi harus mengungsi di bawah flyover dan pinggiran rel kereta api.

Banjir setinggi pinggang orang dewasa, atau sekitar 50 cm sampai 1,5 meter merendam pemukiman warga sejak dini hari.

Kepala Desa Peterongan Ali Muzaki mengatakan, hujan deras pada Senin (9/12) malam hari membuat tanggul sungai Rejoagung 2 sekitar desa jebol.

Sempat dilakukan penanganan oleh warga dengan memasang tanggul karung berisi tanah dan membersihkan sampah di jembatan.

”Tidak tertangani, luapan air menggenangi pemukiman sampai sebatas lutut orang dewasa,”  kata Ali Muzakir, Selasa (10/12).

Menurut Ali, air terus menggenangi pemukiman warga Dusun Wonokerto Selatan, dari RT 01 sampai RT 06 yang dihuni sekitar 700 KK atau di atas 1.000 jiwa.

Dini hari genangan air makin meninggi, hingga ada permintaan dari warga untuk lansia dan balita di evakuasi.

Setelah berkoordinasi dengan BPBD, satu tim berikut satu mobil untuk melakukan evakuasi lansia dan balita dibawa ke Balai Desa Peterongan.

”Ada sekitar puluhan dievakuasi, yang tidak mau dievakuasi menyelamatkan diri di bawah flyover Peterongan, dan pinggir stasiun karena lokasinya tinggi,” imbuhnya.

Pihaknya sudah melakukan langkah penanganan pengungsi dengan memberikan makanan cepat saji.

Di Balai Desa Peterongan juga sudah dibangun dapur umum untuk membantu kebutuhan makan warga dibantu tim BPBD, dinas sosial, koramil, polsek, dan dari pihak kecamatan.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Peterongan Mohammad Eryk Arif menerangkan, di wilayah Kecamatan Peterongan sedikitnya ada tiga desa terdampak Banjir.

Yakni Desa Peterongan, Desa Kebontemu, dan Desa Morosunggingan.

Desa Morosunggingan terdampak banjir karena di DAM ada banyak enceng gondok sudah dilakukan pembersihan.

Sementara di Desa Kebontemu karena faktor ada sumbatan di saluran sudah dilakukan pembersihan oleh warga.

”Paling parah di Dusun Wonokerto, Desa Peterongan karena cekungan daerah rendah kena luberan dari sungai dan dari area persawahan wilayah Kecamatan Jogoroto,” terang Eryk.

Dini hari kedalaman sampai perut orang dewasa, 1 meter lebih, kepala desa dibantu tim BPBD Jombang mengevakuasi lansia dan balita.

”Prosesnya sejak dini hari, dievakuasi ke posko Balai Desa Peterongan, sebagian warga menyelamatkan diri di pinggiran jalan raya dan stasiun kereta api yang tempatnya lebih tinggi,” jelasnya.

Menurut Eryk, sekitar pukul 09.00 WIB ada dua orang lansia harus dirujuk ke Puskesmas Peterongan dan RSUD Jombang karena kondisinya tidak memungkinkan berada di posko.

”Untuk balita berada di polindes, dan yang warga lainnya di aula dan sejumlah ruangan di kantor desa,” tandasnya. (riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#peterongan #banjir #Permukiman #Jombang #diungsikan #lansia #balita