Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jadi Langganan Banjir Tiap tahun, Afvour Watudakon di Jombang Butuh Normalisasi 

Ainul Hafidz • Minggu, 8 Desember 2024 | 19:05 WIB
Banjir yang merendam perkampungan di Kedungmacan, Kedungbetik, Kesamben Jombang disebabkan melubernya Afvour Watudakon
Banjir yang merendam perkampungan di Kedungmacan, Kedungbetik, Kesamben Jombang disebabkan melubernya Afvour Watudakon

RadarJombang.id - Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni mengakui, saat ini hanya di afvour Watudakon Kecamatan Kesamben yang luber.

Dampaknya ke persawahan dan permukiman. Banyaknya sedimentasi dan sumbatan mengakibatkan aliran air tak bisa lancar.

’’Curah hujan sejak Kamis (5/12) sore sangat tinggi dan lebat, efeknya di Kesamban karena daerahnya datar,’’ katanya kemarin.

Kondisi itu didukung dengan hujan deras yang mengguyur Jombang dan sekitarnya, Jumat (6/12).

’’Efeknya sampai hari ini (kemarin) ke persawahan dan permukiman di Kedungmacan,’’ terangnya dia.

Kondisi saluran buang sudah butuh normalisasi karena terjadi banyak sumbatan.

’’Kendala Afvoer Watudakon ini dari hulu sampai ke hilir banyak sumbatan, seperti pohon doyong ke sungai,’’ ujar Sultoni.

Diperparah banyaknya sampah dan eceng gondok beserta kangkung yang tersangkut. Mengakibatkan aliran air tak bisa lancar.

’’Pagi tadi (kemarin) teman-teman juru dan Hippa (himpunan petani pemakai air) memersihkan Dam Ingaskerep (Desa Kedungmlati) dari kangkung dan eceng gondok, harapannya di Kedungbetik bisa cepat surut,’’ urainya.

Begitu juga di hilir saluran di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, terdapat sumbatan serupa.

’’Di hilirnya atau Pagerluyung juga dipenuhi eceng gondok dan tadi sudah dibersihkan sama teman-teman PJT (Perum Jasa Tirta),’’ terangnya.

Baca Juga: Diguyur Hujan Lebat, Banjir Genangi Permukiman Warga di Jombang

Suloni mengaku sudah menyurati ke pemilik kewenangan saluran. Harapannya, dilakukan normalisasi sepanjang saluran buang itu.

Karena selama ini banjir yang melanda Kecamatan Kesamben berasal dari lubernya Afvoer Watudakon.

’’Sudah kita surati ke balai (BBWS Brantas), cuma kurang tahu belum ditangani. Mungkin ada lokasi yang urgent. Kami sendiri menangani (normalisasi) anak salurannya,’’ kata Sultoni. (fid/jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Kesamben #banjir #Jombang #Normalisasi #langganan #afvour watudakon