RadarJombang.id - Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang menelan anggaran dari Kementerian PUPR sebesar Rp 300 juta di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto Jombang bermasalah.
Pasalnya, sebagian besar jaringan pipanisasi ke rumah-rumah warga belum terpasang meski bangunan Pamsimas sudah rampung dua tahun lalu.
Kepala Desa Sumbermulyo Fuad membenarkan bila proyek pamsimas tahun 2022 dari Kementerian PUPR di desanya tak bisa berfungsi optimal lantaran sebagian besar sambungan ke rumah-rumah warga hingga kini belum terpasang.
”Iya, belum berfungsi, ya karena SR (sambungan rumah)-nya dari 102 SR masih terpasang enam,” kata Fuad.
Saat ditanya apa yang menjadi kendala terhentinya pemasangan SR itu, ia mengaku pemasangan SR pada pamsimas di desanya itu tidak seperti pemasangan SR di desa lainnya.
Di mana, lanjut Fuad, biasanya pemasangan SR itu berjumlah empat sampai enam titik.
”Ya, kan waktu pemasangan SR-nya, tidak seperti di desa lainnya, umumnya itu 5 sampai 6, lah di desa saya ini 102 SR, kan gak umum, jadi gak terpasang yang 96 SR,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku bahwa tim kelompok keswadayaan masyarakat (KKM) di desanya tak pernah mengkomunikasikan permasalahan tersebut ke pemdes.
Sehingga, ia tak mengetahui kendala utama tidak terpasangnya puluhan SR itu.
”Ya, pihak desa itu nggak disosialisasi sama KKM, tau-tau saya pernah lihat anggaran untuk SR itu ada Rp 28 juta, tapi tiba-tiba diserahkan saya tinggal Rp 6,5 juta, dan SR-nya belum juga terpasang,” tutur Fuad.
Meski demikian, Fuad mengatakan pipa jaringan sepanjang 150 meter sudah ada dan disimpan di kantor desa, lantaran belum terpasang.
”Pipanya masih ada di kantor desa, disimpan sepanjang 150 meter, kalau uangnya tinggal 6,5 juta rupiah,” katanya.
Ia pun memastikan pada tahun depan 96 SR dan pipa jaringan pamsimas tahun 2022 itu akan dikerjakan. Untuk anggaran ia akan mencarikan sumber anggaran dari luar.
”Ya, rencananya nanti setelah selesai pilkada mau saya teruskan pekerjaannya, soalnya ini saya masih nyari anggaran. Kalau nanti tidak ada ya pakai uang pribadi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi melalui Sub Koordinator Air Bersih Madya Pelita membenarkan bila program pamsimas tahun 2022 dari kementerian di Desa Sumbermulyo tak berfungsi.
”Iya betul, kemarin pas saya sama orang kejaksaan ke sana (Pamsimas Desa Sumbermulyo, Red), sambungan pipanya jaringan belum dipasang, SR-nya juga belum dipasang,” kata Madya.
Ia pun menjelaskan program pamsimas di Desa Sumbermulyo itu berasal dari Kementerian PUPR.
”Pastinya saya kurang paham ya, tapi perkiraan antara Rp 300 juta anggarannya. Dari Kementerian PUPR, terus PPK (pejabat pembuat komitmen) dari satker, ya satker di Surabaya ya istilahnya cabang Kementrian PUPR,” ujarnya.
Ia pun memerinci anggaran Rp 300 juta itu, dipergunakan untuk membangun sumber air, tandon air, jaringan pipa air, dan sambungan rumah (SR).
”Itu sumur, tandon, jaringan, sama SR. Itu untuk sekitar 102 atau 104 SR,” tuturnya.
Ia pun menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut, pihak desa membentuk kelompok keswadayaan masyarakat (KKM) yang diberi SK oleh kades.
”Yang mengerjakan KKM, yang membentuk desa, dan SK-nya dari kepala sesa, dan itu kuasa pengguna anggarannya ketua KKM, ya itu rekeningnya masuk langsung ke rekening KKM, bukan ke desa,” katanya.
Hal ini dikarenakan, KKM yang melakukan pekerjaan proyek tersebut, merupakan bentukan dari pemerintah desa, dan KKM itu diberikan SK oleh kades.
”Kalau sampai tidak ada koordininasi kayaknya gak mungkin sih. Karena SK-nya (KKM) itu dari kades, terus memang kalau masuk uangnya itu langsung ke rekening KKM, dan kades pasti diberitahu, mestinya. Karena yang bentuk tim itu kan dari kades, SK-nya dari kades,” pungkas Madya.(yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW