Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Terbukti Bikin Keracunan, Dinkes Jombang Bakal Razia Latiao yang Masih Dijual

Wenny Rosalina • Jumat, 15 November 2024 | 12:59 WIB
Ilustrasi jajan latiao yang membuat sejumlah anak di Kesamben Jombang mengeluh sakit perut
Ilustrasi jajan latiao yang membuat sejumlah anak di Kesamben Jombang mengeluh sakit perut

RadarJombang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang bakal merazia jajanan latiao yang masih beredar di pasaran.

Karena produk itu sudah dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

’’Kami telah melakukan koordinasi dengan puskesmas untuk menugaskan tim Binwas (pembinaan dan pengawasan) untuk melakukan penyisiran jajanan latiao di wilayah kerja masing-masing,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, kemarin.

Dinas kesehatan bakal menarik jajanan latiao jika masih ada pedagang yang menjualnya.

’’Kita minta tim dari puskesmas untuk mengamankan makanan tersebut sebelum ditarik dari pasaran,’’ terangnya.

Ia berupaya agar pedagang tidak rugi dan mendapatkan ganti dari distributor terkait latiao yang telah dibelinya dan meminta pedagang untuk tidak menjual makanan jenis latiao lagi.

Pihaknya telah menyelenggarakan sosialisasi keamanan jajanan anak sekolah dengan melibatkan guru, masyarakat atau kader.

Khususnya agar mengetahui jajanan mana yang aman atau tidak aman untuk dikonsumsi.

Soal kasus pasien yang mengeluhkan sakit usai makan latiao, ia mengaku masih melakukan penyisiran.

Sebab selama ini masyarakat yang sakit perut setelah makan latiao tidak berobat ke puskesmas, melainkan ke bidan desa.

Perawatannya juga dilakukan dengan rawat jalan sehingga tidak ada data yang masuk ke dinas kesehatan.

’’Biasanya hanya berobat ke bidan desa, infonya ya hanya dengan minum air degan,’’ ucapnya.

Ia juga akan melakukan penyisiran mengenai data anak yang mengeluhkan sakit usai makan jajan latiao.

Hexa menegaskan, jajan latiao tidak lagi boleh diperjualbelikan oleh BPOM.

Bahkan BPOM telah menarik latiao dari pasaran. Sehingga ia minta pedagang baik yang di dalam maupun di luar sekolah tidak menjual latiao lagi.

Latiao yang telah terlanjur dibeli bisa dikembalikan ke distributor agar tidak merugikan pedagang.

Sebelumnya, beberapa anak di Kecamatan Kesamben mengeluhkan sakit perut setelah mengkonsumsi salah satu jajanan berjenis latiao.

Beruntung tak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan setelah berobat ke bidan desa setempat. (wen/jif/riz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
#razia #Kesamben #latiao #Jombang #keracunan #dinkes