RadarJombang.id - Kabar digadaikannya mobil siaga desa atau MSD milik Desa Kampung Baru direspons Camat Plandaan Jombang.
Camat Plandaan Suparno, menyebut hingga Selasa (12/11) sore pihaknya belum bisa bertemu dengan Kepala Desa Kampungbaru tersebut.
Padahal pihaknya menyebut sedianya akan melakukan klarifikasi terkait kabar yang beredar santer tersebut.
”Sampai sore ini, kami belum bisa menemui pak kades, namun rencananya malam nanti paling tidak saya akan berkunjung ke desa itu dan melakukan klarifikasi,” terang Suparno (12/11).
Suparno menjelaskan, dari penuturan sementara dan penggalian data yang dilakukan petugasnya di Desa Kampungbaru, posisi mobil siaga desa masih ada di desa dan bisa digunakan untuk pelayanan.
”Posisinya masih di desa, meskipun tidak di rumah pak kades atau di kantor desa, artinya kan perlu dikonfirmasi apakah benar digadaikan, atau bagaimana,” imbuhnya.
Sedangkan sepeda motor dinas yang juga diduga digadaikan di wilayah Nganjuk, pihaknya juga tengah menelusuri.
”Informasinya memang tidak di desa tersebut, dibawa tapi tidak sampai Munung (Jatikalen,Red) itu juga,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, santer terdengar Kades Kampung Baru, Plandaan Jombang bernama GAS menggadaikan mobil siaga desa atau MSD dan motor dinasnya.
Ia menggadaikan mobil dan motor pelat merah itu karena terlilit utang usai menggelar konser dangdut beberapa bulan lalu dan tak sangguo membayar.
Kedua kendaraan pelat merah itu, dibawa orang juga sebagai bentuk jaminan utangnya yang mencapai puluhan juta.
Baca Juga: Tak Hanya Mobil Siaga Desa, Kades di Jombang Juga Gadaikan Motor Pelat Merah Milik Perangkat Desa
Ironisnya, setelah menggadaikan mobil dan motor pelat merah itu, sang kades juga disebut menjadi jarang ngantor.
Upaya konfirmasi kepada GAS belum membuahkan hasil. Baik panggilan ke nomor seluler, termasuk upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadi juga belum direspons.
Sementara Itu, upaya konfirmasi dengan mendatangi kantor Desa Kampungbaru, Kecamatan Plandaan belum membuahkan hasil. Pasalnya, GAS tak terlihat di kantor desa saat jam kerja.
”Tadi sempat ke sini lalu pak kades lalu keluar,’’ terang salah satu perangkat desa yang enggan disebutkan namanya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW