Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Protes ke Pemerintah, Peternak Susu di Boyolali Buang 50 Ton Susu hingga Aksi Teatrikal Mandi Susu

Achmad RW • Minggu, 10 November 2024 | 23:40 WIB
Aksi peternak susu di Boyolali yang melakukan protes akibat rendahnya serapan susu sapi di wilayahnya
Aksi peternak susu di Boyolali yang melakukan protes akibat rendahnya serapan susu sapi di wilayahnya

RadarJombang.id - Aksi sejumlah pengusaha industri susu sapi di Boyolali jadi sorotan karena aksi nekat mereka membuang 50 ton susu ke jalan hingga dibuat mandi.

Seratusan petani, peternak hingga peloper susu sapi Boyolali akhirnya pilih turun ke jalan.

Membagikan susu gratis hingga menggelar aksi buang susu dan mandi susu.

Hal itu, dilakukan pengusaha susu sapi itu sebagai bentuk protes karena rendahnya serapan susu sapi dari peternak lokal.

Dikutip dari Radar Solo, industri susu sapi di Boyolali mengalami kelesuan dalam beberapa pekan terakhir. Ratusan ton susu tak terserap industri pengolahan susu (IPS) dengan sebagai alasan.

Program makan bergizi gratis sampai ikon sebagai Kota Susu pun seolah jadi ironi bagi petani dan peternak sapi perah Boyolali.

Dalam aksinya itu, peserta terlihat membawa mobil bak terbuka berisi puluhan ken atau ketel besi tempat susu.

Ada juga satu tangki besar berisi ribuan liter susu. Isinya, hampir menyentuh 50 ton susu.

Iringan puluhan mobil itu bertolak dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali pada Sabtu (9/11) sekira pukul 11.00.

Mereka juga memasang spanduk protes di tiap mobil. Di antaranya bertuliskan, "Frisian Flag Indonesia Tolong Utamakan Susu"; "STOP SUSU IMPOR"; "Susu Gratis; Pikir Peternak Sapi Perah; dll.

Selain itu, para peternak juga menuliskan, "Kalau Solusinya Cuma "IMPOR" jadi Menteri ga Perlu Sekolah Tinggi."

Aksi berlanjut menuju Monumen Susu Tumpah, Boyolali. Ratusan masyarakat sudah menunggu dengan membawa berbagai ukuran botol. Begitu sampai, para warga langsung berebut susu gratis.

Belum rampung aksi bagi susu, peloper lainnya menggelar aksi mandi susu. Ada beberapa peloper yang mengguyurkan susu murni ke tubuh mereka.

Ada juga yang masuk ke ken berukuran 20 liter susu. Di tengah aksi itu, sang orator, pengurus KUD Mojosongo, Sriyono berbicara lantang.

"Monggo susu gratis, ambil gratis. Boleh juga untuk mandi susu. Pemerintah perbanyak impor (susu). Boyolali Kota Susu ora isoh adol susu (Kota Susu tapi tidak bisa menjual susu,Red)," papar Sriyono.

"Susu ne nggo adus wae, ben mlebu kalenan wae (susunya untuk mandi saja, biar masuk tempat pembuangan saja)," lanjut dia, diikuti riuh peternak lain.

Salah satu peternak dan peloper susu sapi asal Tamansari, Dono Nugroho melakukan aksi mandi susu. Dia mengatakan, aksi itu sebagai bentuk protes pada pemerintah.

Sudah puluhan bahkan ratusan ton susu sapi Boyolali yang dikembalikan induatri pengolahan susu (IPS) dengan berbagai alasan.

"Gimana, kami rugi banyak, kami butuh makan untuk sapi. Sapi juga tidak sedikit modalnya. Terus kami malah dengar kalau pemerintah mau impor terus membuka kandang peternakan di Kalimantan," ungkapnya. (rslo/riz)

Editor : Achmad RW
#buang #boyolali #protes #susu #mandi #Peternak #pengusaha