RadarJombang.id – Usulan pemkab agar desain Bendung Karet Jatimlerek di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan Jombang diubah menjadi bendung gerak atau tak lagi menggunakan karet mulai ditindaklanjuti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Tim BBWS bersama konsultan sudah turun melakukan survei fondasi bendungan tersebut.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, pemkab menerima surat dari pihak pemilik kewenangan Sungai Brantas terkait pengeringan debit air selama 22 hari pada pertengahan Oktober lalu.
”Jadi tindak lanjut surat yang dulu sudah ada, Oktober kemarin balai (BBWS Brantas) bersama konsultan sudah survei ke lokasi,” katanya melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni.
Dijelaskan, selama 22 hari seluruh pintu enam yang sebelumnya bocor dibuka, sementara pintu lainnya ditutup. Ini dilakukan untuk mengetahui kondisi fondasi bendung.
”Lalu kondisi di hulu atau di Dam Waru Turi Kediri juga dikecilkan, karena posisi air (Dam Karet Jatimlerek) harus habis supaya diketahui kondisi fondasinya,” imbuh dia.
Pihak konsultan mengumpulkan data. Di antaranya memastikan kondisi fondasi bendung.
”Selain fondasi bendung juga data dukung lainnya, karena yang survei ini langsung konsultan,” tutur Sultoni.
Hanya saja, hasil dari survei itu tak langsung disampaikan ke pemkab. Sebab, diprediksi masih bakal ada pengumpulan data pendukung lainnya.
”Kelihatannya belum selesai, sekarang baru survei awal. Sehingga kami belum tahu pascasurvei apakah disusun perencanaan atau hanya menunggu,” ujar Sultoni.
Seperti diketahui, kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan petani di kawasan utara Sungai Brantas kelimpungan pada Mei lalu.
Hasil pendataan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, total luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 1.341 hektare, tersebar di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso. Karena selama ini mengandalkan pasokan irigasi dari Saluran Primer Jatimlerek.
Sebagai tindak lanjut Pemkab Jombang berkirim surat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengusulkan Bendung Karet Jatimlerek dilakukan re-desain atau desain ulang.
Usulan itu dilakukan usai melihat dampak yang ditimbulkan saat pintu enam rusak begitu signifikan, terutama pada sektor pertanian.
Konstruksi bendung diharapkan tak lagi menggunakan karet seperti sekarang ini. Melainkan bendung gerak, seperti yang ada di Dam Rolak 9 Mojokerto dan Warutiri Kediri. Terdapat pilar dan pintu buka-tutup dari baja. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW