RadarJombang.id – Pemenuhan fasilitas pendukung dan rehabilitasi gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Jombang di kawasan Ruko Simpang Tiga terus dikebut.
Rehab gedung MPP Jombang, tahun ini hanya menyasar lantai bawah.
Ditarget awal Desember proyek yang bersumber dari APBD perubahan 2024 sebesar Rp 1,4 miliar kelar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang Wor Windari menjelaskan, dari dua kegiatan di MPP, masing-masing pengadaan barang dan rehab gedung, keduanya sampai saat ini masih berjalan.
”Untuk rehab gedung (MPP Jombang) ini hanya di lantai bawah saja, sementara lantai atas belum,” kata Wor dikonfirmasi, Minggu (27/10).
Rehab hanya fokus pada lantai bawah untuk pemenuhan gerai pelayanan. ”Jadi kemarin masih los nanti dipakai gerai-gerai pelayanan yang lebih banyak,” imbuh dia.
Diakui, muncul rencana lantai atas difungsikan untuk kantor DPMPTSP Jombang. Hanya saja, tak masuk dalam pekerjaan tahun ini.
”Tahun depan juga kelihatannya tidak masuk APBD 2025, mungkin di perubahan (P-APBD 2025). Jadi bertahap, sekarang di P-APBD 2024 ini juga waktunya singkat,” tutur Wor.
Sesuai kontrak kerja, paket itu ditargetkan awal Desember nanti sudah tuntas.
”Mudah-mudahan selesai tepat waktu, tidak molor,” ujar Wor.
Berdasar papan proyek yang terpasang, paket dengan nama rehab gedung sederhana MPP berlokasi di Jombang.
Baca Juga: MPP Jombang Terus Berbenah, DPMPTDP: Jumlah Pelayanannya Juga Terus Bertambah
Nilai kontrak Rp 1,4 miliar bersumber P-APBD 2024. Tanggal kontrak 8 Oktober.
Waktu pelaksanaan selama 60 hari kalender atau jika dihitung hingga 6 Desember nanti. Pelaksana CV Sumber Rejeki dengan pengawas CV Bola Mandiri.
Sedangkan untuk pengadaan barang, lanjut Wor, saat ini juga masih belum tuntas.
Pengadaan sarana dan prasarana dengan pemilihan penyedia menggunakan e-Purchasing itu, untuk melengkapi mulai komputer dan peralatan yang dibutuhkan.
Dicontohkan untuk kebutuhan kantor Imigrasi, pemkab yang memenuhi sarpras itu.
”Untuk pengadaan peralatan masih proses, jadi spesifikasinya dari sana kami menyesuaikan. Apa saja alat-alatnya kami sesuaikan standar mereka,” ujar Wor.
Sebab, rencananya ada 20 gerai pelayanan. Sehingga, pihaknya memenuhi sarpras yang dibutuhkan.
”Rencana awal 20, tetapi kami kepinginnya lebih banyak lagi. Biar semua layanan publik bisa diurus di situ,” kata Wor. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW