RadarJombang.id – Proyek preservasi jalan Ploso-Sumbergondang milik Kementerian PUPR di Jombang yang menelan anggaran mencapai Rp 35,3 miliar dari APBN 2023 disoal warga.
Pasalnya, meski belum genap setahun, di sejumlah titiknya mulai muncul retakan. Warga pun mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek.
Pantauan di lokasi Kamis (17/10) siang, beberapa titik kerusakan jalan ditemukan di ruas Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso.
Terlihat muncul retakan memanjang dan cukup dalam di permukaan aspal.
”Retaknya sampai ke bawah, bukan cuma aspal geser saja itu,” lontarnya.
Meski tak ingat persis, munculnya sejumlah retakan sudah berlangsung sekitar sebulan.
Awalnya retakan tidak separah sekarang, namun karena tak kunjung diperbaiki, semakin lama retakan terus meluas dan semakin dalam.
”Seingat saya lebih dari sebulan, dan makin lama makin besar,” bebernya.
Padahal, lanjut Widodo, umur aspal terhitung masih baru lantaran belum genap setahun dibangun. Bahkan di ruas tersebut pengerjaan terhitung paling akhir.
”Kalau tidak salah baru selesai awal Januari 2024 lalu,” bebernya.
Ditanya penyebab kerusakan, Widodo mengaku tak mengerti pasti.
Namun, melihat banyaknya kerusakan, ia menduga pengerjaan aspal asal-asalan.
”Bagian sini memang bisa dibilang paling terakhir, jadi mungkin dulu pas ngejar waktu atau bagaimana,” lontarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali Siti Sekar Gondo Arum tak membantah munculnya kerusakan itu.
”Sudah, sudah dilaporkan ke kami,” ungkapnya melalui pesan tertulis yang dikirim ke nomor wartawan, Kamis (17/10).
Sekar menyebut, perbaikan kerusakan jalan masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena masih masa pemeliharaan.
”Sedang kami agendakan untuk melakukan patching di sana. Masih menjadi tanggung jawab kontraktor selama masa pemeliharaan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, proyek preservasi jalan Ploso-Sumbergondang milik Kementerian PUPR dianggarkan dari APBN 2024 dengan nilai HPS sebesar Rp 42.105.953.000.
Proyek itu, kemudian dikerjakan PT Tripalindo Trans Mix yang beralamat di Jl Komering No. 14 Surabaya muncul sebagai pemenang lelang dengan harga penawaran Rp 35.369.446.505. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW