Museum Brantas Jombang Raih Prestasi Lomba Literasi Budaya Desa

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Minggu, 13 Oktober 2024 | 14:21 WIB
Koordinator Pengelola Museum Brantas, Lahir Jaka mengenalkan wayang Brantas kepada anak-anak.
Koordinator Pengelola Museum Brantas, Lahir Jaka mengenalkan wayang Brantas kepada anak-anak.

RadarJombang.id – Punggawa Museum Brantas Jombang menorehkan prestasi membanggakan.

Museum brantas, berhasil memenangkan lomba Literasi Budaya Desa yang diadakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Ini lomba pembuatan esai bertema; Meningkatkan literasi budaya desa sebagai aktualisasi desa tangguh budaya dalam mendukung pemajuan kebudayaan nasional.

Inisiator dan Pendiri Museum Brantas, Johar Zauhariy, masuk peringkat delapan lomba tersebut.

Esainya berjudul; Bersama Menjaga Tradisi Opyak Terus Lestari di Desa Ngogri. Ini satu-satunya esai dari Jawa Timur di jajaran 10 besar.

Opyak adalah seni musik dengan menggunakan alat tradisional seperti kentongan, perkakas rumah tangga, atau gamelan yang awalnya digunakan untuk tujuan ronda atau patrol keamanan.

Namun sekarang berkembang sebagai media hiburan dan juga penyampaian pitutur kebaikan.

Koordinator Pengelola Museum Brantas, Lahir Jaka, masuk 40 besar dengan esai yang berjudul; Wayang Brantas: Wayang Klithik Kreasi Penjaga Tradisi.

’’Wayang Brantas adalah ide kreatif pengembangan wayang berbasis kayu dengan karakter dan cerita khas kehidupan pedesaan. Melalui wayang ini, kami menyampaikan pesan-pesan dan ajakan kebaikan untuk masyarakat,’’ kata Jaka, kemarin.

Kedua esai itu akan dibukukan bersama esai dari berbagai daerah di Indonesia yang masuk 40 besar lomba.

Museum Brantas Jombang merupakan museum mandiri berbasis masyarakat yang berlokasi di Desa Ngogri, KecamatanMegaluh.

Baca Juga: Upaya Promosikan Wisata, Perempuan Brantas Jombang Gelar Pentas Seni Budaya

Museum ini tempat mengenal dan memahami dinamika lingkungan atau ekologi Sungai Brantas.

Serta aspek ekonomi dan sosial budaya masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungainya, terutama di sekitar lokasi museum. (fai/jif/riz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
Museum Jombang budaya Prestasi Literasi brantas Desa