Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

35 Ribu Warga Jombang Tercatat Masih Jadi Pengangguran, Paling Banyak Lulusan SMA dan SMK

Wenny Rosalina • Jumat, 11 Oktober 2024 | 13:02 WIB
Ilustrasi kondisi pengangguran di Kabupaten Jombang
Ilustrasi kondisi pengangguran di Kabupaten Jombang

RadarJombang.id  - Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Jombang masih tinggi.

Tercatat sebanyak 35 ribu warga yang masih menganggur hingga akhir 2023.

Mayoritas pengangguran di Kabupaten Jombang didomininasi lulusan SD dan SMK.

”Jumlah pengangguran sangat fluktuatif setiap tahun. Tahun 2024 sampai Oktober ini, kami masih menunggu rilis dari BPS (Badan Pusat Statistik) terkait jumlah pengangguran berdasarkan jenjang pendidikannya,” kata Pengantar Kerja Ahli Muda Dinas Tenaga Kerja Jombang Dwi Disetyawati, Kamis (10/10).

Pada 2023, lanjut Dwi, jumlah pengangguran di Kabupaten Jombang berada di angka 35.334 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 9.522 orang di antaranya adalah merupakan lulusan SD, 9.084 orang lulusan SMK, 7.918 orang lulusan SMP, dan 6.020 orang lulusan SMA, serta 2.790 orang lulusan universitas.

”Jika dibandingkan dengan tahun 2022, angka 35 ribu sudah menurun,” bebernya.

Pada 2022, jumlah pengangguran di Kabupaten Jombang mencapai 36.645 orang.

Dari jumlah itu, tercatat sebanyak 9.326 orang di antaranya lulusan SD, 9.837 orang lulusan SMA, 8.926 orang lulusan SMP, 8.027 orang lulusan SMK, dan 529 orang lulusan universitas.

Menurutnya, banyaknya angka pengangguran di Kabupaten Jombang, bukan dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan.

Hanya saja, pencari kerja biasanya mencari kerja tidak mau jauh dari tempat tinggal dan keluarga.

Baca Juga: Waspada Pengangguran Terdidik di Jawa Timur

Sehingga menghambat untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginannya.

”Kalau lapangan kerja saya kira banyak, baik di dalam maupun luar kota, masalahnya banyak pencari kerja yang ingin bekerja di dalam kota, dan tidak mau jauh dari keluarga,” jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, disnaker berusaha menekan angka pengangguran melalui kegiatan  jobfair yang diadakan setahun sekali.

Serta pelatihan-pelatihan di berbagai bidang keahlian.

”Saya rasa yang paling efektif ya pelatihan itu, karena langsung dibekali kompetensi sehingga bisa dimanfaatkan di dunia industri, atau bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri,” punggkasnya. (wen/naz/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#Pengangguran #SD #Lulusan #SMK #Jombang #SMP #SMA #tinggi