Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Heboh Tragedi Keracunan Massal di Kediri, Makanan Kedaluwarsa Disumbangkan ke Majelis Pengajian

Magang • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 00:58 WIB
Pengajian di kediri yang berubah jadi tragedi akibat keracunan massal
Pengajian di kediri yang berubah jadi tragedi akibat keracunan massal

RadarJombang.id - Kegiatan pengajian yang diadakan di RW 1 Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri bersama kelompok Syubbanus Salimiyyah berubah jadi tragedi.

Pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  itu terpaksa harus dihentikan sebelum kegiatannya resmi selesai.

Ratusan jamaah mengalami keracunan massal dalam pengajian yang digelar Selasa malam tanggal 1 Oktober 2024. 

“Majelis saya hanya diundang untuk mengisi acara. Namun, karena banyaknya jemaah yang diduga mengalami keracunan, maka acara harus segera dihentikan,” ujar Juru bicara Majelis Sholawat Subbanus Salimiyyah, Taufik Dwi Kusuma, Rabu (2/10/2024).

Para jamaah mengalami gejala yang sama seperti mual, muntah, diare.

Kondisinya sampai lemas hingga dirujuk ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) dan RS HVA Pare untuk diberikan perawatan.

Direktur RSKK, Gatut Raharja, menyebutkan bahwa total korban keracunan mencapai 156 orang, 10 orang menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan sisanya rawat jalan.  Korban kebanyakan anak-anak.

Saat dirujuk ke rumah sakit pasien langsung diberikan obat setelah dilakukan pendataan oleh petugas, syukurnya kondisi pasien banyak yang sudah membaik.

Namun beberapa dari mereka masih dilakukan perawatan intensif di rumah sakit.

Gatut menjelaskan jika keracunan harus segera mendapatkan penanganan, jika tidak maka dapat beresiko.

Kapolres Kediri langsung datang dan melakukan pengecekan di lokasi pengajian setelah mendapatkan laporan.

Kapolres Kediri, AKP Bimo Ariyanto menyebutkan bahwa petugas kepolisian menemukan produk makanan dan minuman yang telah kadaluwarsa.

Label tanggal expired sengaja disobek dan diubah sebelum diberikan kepada jamaah.

Pihak kepolisian mendatangi Gudang grosir makanan yang berada di Desa Krecek yaitu milik UD Tiga Putra Grosir pada Rabu kemarin, menemukan banyak makanan yang tanggal expirednya sudah kedaluwarsa di gudang tersebut.

“Kami menemukan banyak makanan dan minuman rata-rata sudah kedaluwarsa,” ungkapnya.

Pemilik gudang saat ini berada di Mapolres Kediri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Produk yang ditemukan di gudang makanan telah diamankan sebagai barang bukti. (Oxta Enggar Pratiwi)

Editor : Achmad RW
#keracunan massal #tragedi #kediri #Pengajian