Warga mengeluhkan proyek jembatan yang dimulai sejak Juli ini tak kunjung selesai.
Selain itu, warga juga mengeluhkan tak ada jembatan alternatif untuk warga menyeberang akibat proyek rehabilitasi jembatan itu.
Pantuaan di lokasi, tampak pengerjaan proyek masih berlangsung. Badan utama jembatan telah dibongkar dan kini sudah dipasang kerangka berbahan besi.
Di papan nama, tampak proyek dianggarkan Rp 1 miliar dengan pelaksana CV Sari Bumi Perkasa dan konsultan CV Mahesa Consultant.
’’Sudah dibangun sejak Juli sampai sekarang belum selesai,’’ keluh Ulil, salah satu warga di lokasi kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Ia mengatakan, sesuai papan nama, pelaksanaan proyek tersebut berlangsung selama 120 hari kalender. Namun anehnya, sampai kini belum selesai.
’’Sudah berjalan tiga bulan sejak Juli, tapi kini tampaknya belum selesai 50 persen,’’ ucapnya.
Yang membuat warga kesal, terkait tak adanya akses jembatan penyeberangan bagi warga.
Warga yang ingin menyeberang, baik anak sekolah dan santri, harus memutar lewat jalan lain dengan jarak kurang lebih 1,5 kilometer bagi kendaraan roda dua dan mobil sekitar tiga kilometer.
’’Yang dikeluhkan warga tidak diberi jembatan penyeberangan orang. Jadi orang-orang harus memutar,’’ tambahnya.
Senada juga disampaikan, Murtadho, warga lainnya. Menurutnya, pekerjaan di lokasi tersebut berlangsung lamban.
Baca Juga: Sayap Jembatan Jalur Provinsi di Jombang Ambrol, Ternyata Ini Penyebabnya
’’Pekerjaan lambat dan dikerjakan beberapa orang saja, padahal ini akses utama yang menghubungkan antara Rejoso Peterongan dan Jogoroto. Akses orang sekolah, pedagang dan tani,’’ ujarnya.
Menurutnya, pekerjaan tersebut merugikan dari sisi imaterial. Sebab, warga harus memutar lumayan jauh untuk menuju pusat pendidikan maupun ekonomi.
’’Apalagi arus lalu lintas disini sangat tinggi terutama pagi hari. Banyak anak berangkat sekolah serta bekerja. Ribuan orang harus memutar arah untuk ke pasar maupun pondok,’’ ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, membenarkan ada proyek rehabilitasi jembatan ruas Tambar dan Rejoso.
’’Memang itu pekerjaan kita, dari anggaran APBD,’’ terangnya.
Disinggung soal progres jembatan, Bayu mengatakan sampai sekarang berjalan lancar dan tidak ada kendala.
’’Sampai hari ini masih positif tidak ada keterlambatan. Insya Allah akhir bulan ini selesai, sesuai dengan waktu pelaksanaan 120 hari,’’ paparnya.
Disinggung soal keluhan warga karena tidak ada akses penyeberangan atau jembatan alternatif sementara, Bayu menilai setiap proyek butuh pengorbanan dan kesabaran dari warga setempat.
Sebab, tujuan dilakukannya peningkatan infrastruktur tak lain untuk kemanfaatan jangka panjang.
’’Kita membangunan apapun dimanapun pasti butuh pengorbanan dan kesabaran. Begitu juga dengan adanya rehabilitasi jembatan ini. Tujuannya untuk jangka panjang masyarakat juga,’’ jelasnya.
Alasan tak dibangun jembatan alternatif karena mengutamakan efisiensi anggaran.
’’Kalau kita bangun jembatan alternatif, nanti membengkak. Apalagi di tahun ini kita melakukan efisiensi anggaran untuk kegiatan Pilkada,’’ tambahnya. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW