RadarJombang.id – Dinas Peternakan Kabupaten Jombang berperan akrif dalam upaya mengendalikan inflasi daerah.
Salah satunya melalui program rencana jangka menengah, yakni menggalakkan program Jogo Endog Tetap Bunder di bidang budi daya.
Progam ini memberikan fasilitasi pembelian CJP (Cadangan Jagung Pemerintah) dengan harga yang murah.
”Kenapa inovasi kita sebut Jogo Endog Tetap Bunder, ini istilah agar harga telur ayam ras ini bisa terkendali,” ujar Kepala Dinas Peternakan Jombang Agus Susilo Sugioto kemarin.
Diungkapkan Agus, dengan fasilitasi pembelian CJP dengan harga murah maka kebutuhan peternak ayam ras akan pakan bisa tercukupi.
"Dengan begitu dapat menekan harga telur yang dihasilkan,” ungkapnya.
Ditambahkannya, Kabupaten Jombang merupakan daerah yang cukup berpotensi untuk usaha budi daya ayam petelur.
"Populasi ternak ayam petelur tercatat mencapai 419.930 ekor, sementara produksi telur sebesar 5.039 ton / tahun," bebernya.
Untuk mendukung keberhasilan usaha budi daya ayam petelur aspek yang perlu diperhatikan berupa bibit, pakan, dan sarana.
Harga jagung yang mahal merupakan kendala bagi peternak untuk mengakses kebutuhan jagung.
"Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan perhatian dengan membuat program CJP,” bebernya.
Sasaran peternak sendiri, lanjut Agus, telah berdiri Koperasi Produsen Peternak Putra Jombang (KP3J).
Hingga kini, koperasi ini sudah punya anggota sebanyak 22 orang yang mempunyai skala usaha menengah, kecil dan mikro.
"Sesuai Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 00002/KPTS/HK.150/F/03/2024 tentang Penetapan Peternak Mandiri Penerima CJP, Koperasi Produsen Peternak Putra Jombang (KP3J) telah difasilitasi pembelian jagung bersubsidi 941,72 ton,” tegasnya.(yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW