Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

September Jadi Puncak Panen raya Tembakau di Jombang, Tapi Tiga Desa Ini Panennya Terpaksa Mundur

Ainul Hafidz • Selasa, 24 September 2024 | 15:15 WIB
Petani di Desa Kampungbaru, Plandaan menunjukkan tembakau yang masih berusia 2,5 bulan imbas banjir hingga harus tanam ulang.
Petani di Desa Kampungbaru, Plandaan menunjukkan tembakau yang masih berusia 2,5 bulan imbas banjir hingga harus tanam ulang.

RadarJombang.id – Kecamatan Plandaan menjadi salah satu daerah penghasil tembakau di Jombang.

Luas tanam tembakau di Plandaan Jombang musim ini mencapai sekitar 900 hektare.

Sebagian besar, tanaman tembakau di Jombang juga sudah memasuki akhir panen.

Namun, sebagian tembakau di Plandaan Jombang belum bisa dipanen lantaran masa tanam mundur.

 

 

”Sekarang sudah mendekati akhir panen, seperti di Desa Plandaan, Darurejo, Tondowulan, dan Desa Purisemanding ini sudah panen semua dan hampir selesai,” kata Koordinator PPL Kecamatan Plandaan Didik Purnomo.

Namun demikian, ada sebagian tanaman tembakau di sejumlah desa yang masa panennya mundur.

Di antaranya Desa Klitih, Kampungbaru, Plabuhan, dan Desa Bangsri.

Luas lahan tembakau di ketiga desa itu, disebutnya mencapai sekitar 25 hektare.

 

 

”Panen mundur karena dulu waktu awal tanam kena banjir rusak, terus tanam ulang sehingga masa panennya mundur kira-kira awal bulan depan,” bebernya.

Sementara itu, Karyoso salah seorang petani Desa Kampungbaru mengakui, saat ini belum bisa memanen tembakau.

”Juli itu sudah tanam, ternyata kena hujan mati semua. Akhirnya tanam ulang,” kata Karyoso. (fid/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Tembakau #plandaan #Panen Raya #Jombang