RadarJombang.id – Kondisi jalan kabupaten ruas Kalianyar-Peterongan dikeluhkan pengguna jalan.
Pasalnya, di beberapa titiknya, kondisi permukaan jalan kabupaten ini rusak berat. Permukaan aspal mengalami pergeseran (sliding).
Pantauan di lokasi Jumat (20/9), sejumlah titik aspal jalan yang rusak berada di ruas Dusun Belut, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto. Lokasinya sekitar 100 meter di utara SDN Ngumpul.
Di lokasi ini, ada sekitar empat titik permukaan aspal jalan yang telah rusak. Material aspal merekah, bergeser membentuk kubangan cukup besar.
Material aspal yang bergeser membentuk menjadikan permukaan jalan tak rata hingga membentuk gundukan di pinggir jalan.
Bahkan di sejumlah titiknya, sampai terlihat lapisan perkerasan jalan.
”Sudah lama rusaknya, sudah lebih dari sebulan kondisinya begini, padahal seingat saya belum lama ini diperbaiki,” terang Solikhul, 35, pengguna jalan.
Sepengetahun dirinya, jalan tersebut belum terlalu lama diperbaiki.
”Dulunya jalannya rusak parah, banyak jeglongan di sana-sini, terus diaspal ulang,” terangnya.
Hanya beberapa bulan setelah diperbaiki, muncul retakan kecil di titik tersebut.
Karena tak kunjung diperbaiki, makin lama kerusakan semakin meluas.
Baca Juga: Jalan Raya Mojoagung Jombang Dilarang Dilintasi Bus dan Truk, Tapi Jalur Penggantinya Belum Siap
”Apalagi jalan ini sering dilintasi kendaraan berat,” imbuhnya.
Bahkan belakangan, di sejumlah titik lainnya juga sudah mulai muncul retakan.
”Itu kalau tidak segera diperbaiki, pastinya kerusakannya akan terus meluas,” bebernya.
Selain itu, karena jalanan tak mulus juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
”Kalau tidak hati-hati kena gundukan jalan itu pemotor bisa oleng, apalagi depan itu sudah pas tikungan juga, semoga segera diperbaiki lagi,” lontarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agung Setiadji menyebut belum mengetahui kerusakan itu.
”Terima kasih informasinya, akan segera dicek nanti sama tim kami,” terangnya.
Agung menyebut, jalan kabupaten ruas Kalianyar-Jogoroto memang baru diperbaiki sekitar dua tahun lalu atau pada tahun 2022.
Dari data yang didapat, proyek rehabilitasi jalan itu bernilai Rp 1.888.786.095.
”Terakhir perbaikan itu lewat proyek tahun 2022 di sana memang, dan karena mungkin lalu lintas kendaraan juga tinggi termasuk kendaraan muatan juga, jadinya berdampak pada sliding itu,” imbuhnya.
Pihaknya, juga menyebut akan segera melakukan perbaikan pada kerusakan itu.
”Yang jelas karena sudah lebih dari setahun, otomatis jadi tanggung jawab kami nanti untuk melakukan perbaikan,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW