RadarJombang.id – Pemkab Jombang mematangkan rencana melakukan kajian aset Tirta Wisata dengan menggandeng pihak ketiga.
Pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 99 juta bersumber perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P APBD) 2024.
’’Kajiannya ini penyusunan ipro (dokumen proposal proyek investasi yang siap untuk ditawarkan),’’ kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang, Bambang Nurwijanto, (17/9).
Saat ini pihaknya tengah menyusun dokumen kerangka acuan kerja (KAK).
Kajian itu lebih difokuskan pada investasi. ’’Ini akan menjadi acuan kami menawarkan ke pihak ketiga yang mau berinvestasi di situ,’’ imbuhnya.
Saat ini, kajian masih belum dimulai. Sebab masih menyusun rencana kerja terlebih dahulu. Dalam kajian itu pemkab menggandeng pihak ketiga.
’’Kami menggandeng pihak ketiga, nggak nututi kalau kami sendiri. Karena perlu keahlian sendiri, baik dari sisi ekonomi pembangunan, bisnis dan sebagainya,’’ paparnya.
Pemilihan penyedia atau pihak ketiga dilakukan melalui sistem pengadaan langsung (PL). Ketika dokumen KAK rampung, awal bulan depan sudah dimulai.
’’Kami juga sudah koordinasi dengan Bagian PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa), paling tidak Oktober sudah bisa jalan,’’ terangnya.
Hasil kajian itu menjadi pijakan pemkab menawarkan pengelolaan Tirta Wisata ke calon investor.
’’Misalnya nanti ada yang berminat, bentuk kerjasamanya pemanfaatan dari sisi pengelolaan BMD (barang milik daerah), jadi prosesnya masih panjang,’’ ucap Bambang. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW