RadarJombang.id – September merupakan puncak panen raya tembakau di utara Sungai Brantas Jombang.
Hingga kini, harga jual tembakau di Jombang cenderung baik. Sebagian dijual rajangan, sebagian lainnya dijual janturan.
Salah satunya di Desa Darurejo, Kecamatan Plandaan. Beberapa petani sudah memanen tembakau dari sawah.
Rata-rata petani setempat menjualnya dengan kondisi daun kering atau tembakau janturan.
”Masih ada yang dirajang, tapi di sini banyak yang dijual janturan,” kata Sukri salah seorang petani Dusun Tempel.
Dia baru saja menjual usai panen dua minggu lalu. Harganya Rp 32.000 per kilogram.
”Ini daun bawah, sekarang baru panen daun tengah mudah-mudahan naik,” imbuh dia.
Menurut dia, harga tembakau biasanya menyesuaikan kualitas dan kondisi setiap daun.
Namun, menilik pengalaman sebelumnya harga saat ini terbilang tak semahal tahun lalu.
”Karena tahun lalu janturan itu sampai Rp 50.000 per kilogram,” ujar Sukri.
Biasanya daun setelah dipetik membutuhkan waktu hampir 15 hari siap dijual. Sebab, harus digantung selama 10 hari terlebih dahulu sebelum dijemur.
”Digantang dulu selama 10 hari baru kemudian dijemur selama 4 hari, ketika daun sudah kering baru dijual,” tutur dia.
Kendati begitu, dia optimistis pertengahan bulan nanti harga tembakau bakal terus naik. Mengingat saat ini cuaca mendukung.
”Mudah-mudahan bisa naik, karena belum turun hujan, jadi tembakaunya aman,” kata Sukri.
Terpisah Ketua Asosiasi Petani Tembakau (APTI) Jombang Lasiman mengakui, panen raya masih berlangsung.
Di beberapa lokasi, tak semua petani menjual tembakau rajang.
”Jadi, Plandaan dan Ploso itu lebih banyak yang dijual janturan, kecuali Kabuh ini banyak yang rajangan,” kata Lasiman.
Salah satunya, persoalan alat dan SDM. Ketika dijual rajangan, petani harus memiliki alat rajang.
”Belum tenaga kerjanya, bisa 15 orang. Tergantung banyak tidaknya tembakau. Sehingga lebih banyak yang diolah sendiri setelah dipetik atau dijual rajang,” imbuh dia.
Meski begitu, harganya menurut Lasiman tak tentu, tergantung kualitas tembakau.
”Sementara daun paling bagus janturan di sini Rp 40.000 per kilogram,” ujar Lasiman.
Harga itu mendekati harga tahun lalu. ”Masih bisa naik, karena rata-rata petikan daun atas masih belum. Sekarang baru daun bawah dan tengah,” kata Lasiman. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW