Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ada Temuan 217 Kasus Baru HIV/AIDS di Jombang Sepanjang 2024, Homoseksual Sumbang Angka Tertinggi

Anggi Fridianto • Jumat, 6 September 2024 | 15:03 WIB
Stigma Negatif Hambat Penanganan HIV/AIDS di Jombang
Stigma Negatif Hambat Penanganan HIV/AIDS di Jombang

RadarJombang.id – Jumlah angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang masih tinggi.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menyebut, selama Januari hingga Agustus ada 217 kasus baru HIV/AIDS.

Tambahan angka itu, menjadi penyumbang total akumulatif temuan kasus HIV/AIDS di Jombang yang mencapai 2.094 kasus.

Dengan rincian, 2.013 kasus HIV dan 81 kasus AIDS.

’’Per Agutus ada 217 kasus baru, total 2.013 kasus di Jombang,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan dr Hexawan Tjahja Widada, (6/9).

Mayoritas penderita berusia produktif sekitar 25 - 49 tahun dengan prosentase 91 persen.

Disusul usia lebih dari 50 tahun sebanyak 28 persen. Usia 20-24 sebanyak 25 persen.

’’Ada juga usia 5-19 tahun sebanyak 12 persen,’’ tambahnya.

Ia mengatakan, ada beberapa kelompok yang rentan terserang HIV/AIDS.

Di antaranya, anak penderita HIV, pelanggan pekerja seks, wanita pekerja seks (WPS), penderita TB, waria dan lainnya.

’’Tertinggi LSL (laki-laki suka laki-laki) sebanyak 21 persen,’’ paparnya.

Untuk menekan angka HIV, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya.

Mulai promosi kesehatan, penguatan sarana dan prasarana tempat layanan (FKTP dan FKTL) dalam melakukan penemuan kasus untuk mencegah penularannya.

’’Jika sudah terdeteksi, kami juga melakukan pelacakan bagi penderita yang belum mendapatkan pengobatan. Juga ada pemantauan pengobatan melalui tes viral load di RSUD Jombang untuk mengetahui progres pengobatan,’’ terangnya.

Ia menegaskan, pengobatan untuk penderita HIV/AIDS di Jombang tidak dipungut biaya.

Sebagai upaya pencegahan, langkah sosialisasi mengenai HIV/AIDS juga terus gencar dilakukan. Mulai tingkat sekolah, desa hingga puskesmas. 

’’Skrining HIV juga dilakukan kepada penderita TBC, juga pada ibu hamil. Untuk anak dari ibu orang dengan HIV (ODHA) kita berikan makanan tambahan dan susu,’’ tandasnya.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, temuan kasus baru cenderung mengalami penurunan.

Pada 2023, Dinas Kesehatan mencatat temuan HIV kasus baru mencapai 332. Dengan jumlah komulatif per 2023 ada 2.556 kasus. (ang/jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#2024 #HIV/AIDS #homoseksual #Baru #Jombang #kasus