RadarJombang.id – Jembatan Tunggorono Jombang kini tengah dilakukan upaya pelebaran.
Jembatan yang lokasinya tepat berda di timur Pasar Tunggorono itu, kini tengah dilakukan pengerukan di sisi kanan dan kirinya.
Selama proses pelebaran Jemmbatan Tunggorono Jombang itu, akses lalu lintas dari dan menuju Tunggorono yang melintasi jembatan ini, bakal dialihkan selama 3 bulan ke depan.
Pantauan di lokasi Selasa (3/9) pagi, terlihat pekerja tengah mengoperasikan ekskavator untuk pelebaran jembatan.
Pekerjaan masih difokuskan di sisi selatan. Petugas juga memasang rambu proyek berisi imbauan untuk mencari jalan alternatif karena perbaikan jembatan.
”Sudah dari kemarin pekerjannya, jalannya dialihkan karena ada pekerjaan, katanya sampai Desember,” lontar Zanuar, 32, warga di lokasi.
Saat dikonfirmasi, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agung Setiadji membenarkan adanya perbaikan jembatan.
”Jadi, memang kita melakukan perbaikan pada Jembatan Tunggorono itu, bentuknya berupa pelebaran,” terangnya.
Pihaknya memerinci, pekerjaan pada jembatan itu akan berfokus pada pembuatan tambahan landasan jembatan di sisi kanan dan kiri jembatan lama.
”Jadi tidak dibongkar, tapi ditambah, kanan kiri ditambah sekitar 1,5 meter nanti,” lontarnya.
Menurut Agung, selama ini jembatan ini sering kali jadi penyebab penumpukan kendaraan roda empat terutama pada jam-jam tertentu.
”Secara struktur dia masih bagus, masih layak. Cuma kalau posisi jam-jam tertentu lalu lintas padat. Utamanya kalau dari barat ada bottle neck di jembatan itu, nah untuk mengatasi itulah dilakukan pelebaran,” tambahnya.
Pihaknya menyebut, selama pekerjaan berlangsung, memang pengalihan arus kendaraam hingga sistem buka tutup akan diberlakukan.
Hal itu karena pekerjaan nantinya akan lebih banyak menggunakan ekskavator alias alat berat yang akan membutuhkan ruang untuk manuver.
”Kita tetap butuh stan untuk manuver kendaraan, jadi sementara dilakukan pengalihan sementara. Pekerjaan ditargetkan nanti selesai nanti Desember itu terakhir,” lontarnya.
Untuk pelebaran jembatan itu, Pemkab Jombang juga menganggarkan anggaran mencapai lebih dari Rp 1,8 miliar.
”Untuk kontraktornya dari Tasikmalaya yang menang,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW