RadarJombang.id – PT BPR Bank Jombang Perseroda menjalin kolaborasi dengan Perumda (Perusahaan umum daerah) Aneka Usaha Seger.
Kerjasama Bank Jombang dan Perumda Aneka Usaha Seger ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan inflasi dan antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok.
”Terobosan kami lakukan untuk menekan tingginya angka inflasi, akibat naiknya harga kebutuhan pokok,” kata Direktur Utama Bank Jombang Afandi Haris Setyo Nugroho.
Langkah ini menurut Afandi, untuk meringankan beban masyarakat. Seiring naiknya harga kebutuhan pokok.
”Peran kami di sini, memberikan subsidi terkait intervensi harga,” imbuhnya.
Dijelaskan, aksi turun gunung yang dilakukan dua BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) ini bukan tanpa alasan.
Salah satu pertimbangannya, yakni melambungnya harga kebutuhan pokok berdampak pada masyarakat.
”Dipastikan ini akan membebani mereka, ketika harga kebutuhan terlalu tinggi,” jelasnya.
Kendati tidak semua komoditas, lanjut Afandi, saat ini harga kebutuhan pokok yang nomilnalnya naik cukup signifikan yakni minyak goreng.
Untuk mengantisipasi itu, keluarlah kebijakan memberikan subsidi.
”Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini harga minyak goreng mencapai Rp 17.000 per liter. Harga tersebut sudah tentu terjadi selisih dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah,” ungkap Afandi.
Subsidi yang diberikan Bank Jombang diharapkan, nantinya bisa meringankan beban masyarakat.
Karena output paling utama dalam kolaborasi itu, mengendalikan inflasi.
”Seiring target tadi, prioritas kami di angka nol persen,” tuturnya.
Bukan hanya sebatas kebijakan sesaat, Bank Jombang memastikan program kolaborasi bakal dilakukan hingga pertengahan Januari 2025 mendatang.
”Prioritas kami nanti saat menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) inflasi masih bisa kita kendalikan. Rencananya hingga pertengahan Januari intervensi harga masih kami lakukan,” pungkas Afandi. (yan/fid/riz)
Editor : Achmad RW