RadarJombang.id - Seluruh pasien RSUD Ploso Jombang yang menjalani pengobatan, kini tak perlu lagi pusing mikir pengambilan obat.
Lewat program Sitarobmanis (Sistem antar obat aman dan gratis) RSUD Ploso Jombang sampai saat ini sudah menjangkau ke pelosok-pelosok desa.
Sedikitnya 32 desa di 6 kecamatan di Jombang kini bisa memanfaatkan adanya program dari RSUD Ploso Jombang itu.
Direktur RSUD Ploso dr Hendri Muzaki menjelaskan, sejak 2023 hingga saat ini, melalui program itu pihaknya sudah melayani sedikitnya 30 desa yang tersebar di enam wilayah kecamatan.
Meliputi 13 atau seluruh desa di Kecamatan Ploso, 4 desa di Kecamatan Tembelang, 5 desa di Kecamatan Megaluh, 8 desa di Kecamatan Plandaan, dan 1 desa masing-masing di Kecamatan Kabuh dan Kecamatan Plandaan.
”Jadi duduk manis di rumah, obat akan kami antar,” kata Hendri.
Sebab, teknis dari program itu, lanjut Hendri, sudah ada petugas yang mengantar obat.
Tidak hanya itu, petugas juga mengedukasi secara langsung ke rumah pasien.
”Ketika pasien ingin informasi lebih detil obat yang diantarkan memiliki barcode program Siboba bisa langsung di-scan, di situ akan memunculkan informasi detail penggunaan obat,” ujar dia.
Begitu juga ketika pasien belum menerima informasi dengan jelas.
Pasien, juga bisa berkonsultasi dengan apoteker secara online melalui program Sipatimah.
Baca Juga: Insentif Nakes Untuk RSUD Jombang dan RSUD Ploso Cair Rp 26,7 Miliar
”Jadi program Sitarobmanis ini , obat diantarkan langsung staf dari instalasi farmasi rumah sakit, dengan di-backup sistem telefarmasi apoteker,” ujar Hendri. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW