Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Proyek Gedung IGD RSUD Ploso Jombang Molor, Benarkah Dikerjakan Pihak Kedua?

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 12 Agustus 2024 | 14:44 WIB

 

Proyek pembangunan IGD RSUD Ploso Jombang yang molor
Proyek pembangunan IGD RSUD Ploso Jombang yang molor

RadarJombang.id - Proyek pembangunan Gedung IGD RSUD Ploso Jombang hingga kini masih molor.

Namun yang juga jadi sorotan, adalah adanya indikasi proyek IGD RSUD Ploso Jombang ini dikerjakan oleh pihak kedua.

Molornya proyek gedung IGD RSUD Ploso Jombang yang menggunakan sumber anggaran dari dana DBHCHT itu, juga dinilai berhubungan dengan pekerjaannya yang tak dibangun pemenang proyek sendiri. 

’’Pekerjaannya sekarang sudah dikerjakan sendiri sama yang menang lelang (CV yang beralamat di jalan nomor 4 Puhun Pintu Kabun, Kota Bukit Tinggi Sumatera Barat),’’ kata M, salah satu sumber yang namanya enggan dipublikasikan.

Penggantian pelaksana pekerjaan tersebut, dikarenakan adanya masalah keterlambatan material.

Yang membuat progres pekerjaan mengalami minus.

’’Karena tidak dikerjakan sama pelaksananya, akhirnya terlambat. Lalu dilakukan penggantian pelaksana. Sekarang yang ngerjain dari CV yang dari Sumatra itu sendiri,’’ ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, pejabat pembuat komitmen (PPK) RSUD Ploso, Saean Efendi, membantah adanya kabar tersebut.

Saean mengaku, sejak awal pekerjaan memang dikerjakan sendiri  pihak pemenang lelang asal Bukit Tinggi Provinsi Sumatra Barat.

’’Pekerjaan itu langsung dikerjakan dari sana (pemenang lelang),’’ kata Saean

Ia pun mengakui, pemenang lelang atau rekanan, memang berasal dari luar Jawa. Namun, rekanan itu memiliki kantor perwakilan di Jakarta.

’’Dia itu kantor pusatnya di Jakarta, dan pekerjaan ini langsung dikendalikan dari pusat Jakarta. Pekerja yang di lapangan dari Jakarta langsung,’’ ujarnya.

Para pekerja maupun pelaksana semua dari pihak kontraktor CV Melati Kurai, dan berasal dari luar Jombang.

’’Makanya mereka yang ada di lapangan kalau diajak ngomong gak bisa bahasa Jawa. Pekerjanya juga dari Purbalingga, Jawa Tengah. Gak ada pekerja dari Jombang,’’ urainya.

Selama ini, komunikasi dengan pihak kontraktor berjalan lancar, meski pelaksana pekerjaan itu berada di luar Jombang.

"Tidak ada kendala. Di lapangan minimal ada dua orang. Yakni bagian logistik dan bagian pelaksana atau proyek manager (GM). Dan yang Jakarta itu sudah empat kali ke Jombang langsung untuk monitoring pekerjaan,’’ terangnya.

Ia menegaskan, pekerjaan saat ini sudah mulai berjalan. Meskipun pekerjaan memang mengalami keterlambatan

’’Pekerjaan sudah dikerjakan cuman kan terlambat, sehingga progresnya itu minus. Tapi pekerjaan setelah kontrak itu sudah ada, yakni penggalian pondasi,’’ tuturnya.

Ia menegaskan, sesuai jadwal pekerjaan, pada minggu ke enam, harusnya sudah mencapai lebih dari 10 persen. Namun, pekerjaan kini minus beberapa persen.

’’Ini kan masuk minggu ke tujuh. Dan untuk minggu ke enam itu harusnya sudah mencapai sekitar 16 persen minggu ini. Minusnya 9 sampai 10 persen. Pekerjaan masih sekitar 7 persen,’’ katanya.

Ia mengaku untuk mengejar keterlambatan progres pekerjaan. Pihak kontraktor diminta untuk melakukan beberapa upaya, salah satunya mendatangkan material.

’’Alhamdulillah sekarang progresnya bagus, pekerjanya sekarang ditambah, jam kerjanya ditambah sampai malam. Material kemudian kapoldingnya juga sudah pada datang semuanya,’’ urainya.

Saat ditanya apa kendala utama terjadinya keterlambatan itu, ia menyebut salah satu penyebabnya memang terkait dengan masalah material. Karena di Jombang tidak ada dan harus didatangkan dari luar Jombang.

Baca Juga: Hati-hati! Jembatan Baru Ploso Jombang Minim Rambu Lalin

’’Materialnya ada yang dari Sidoarjo, Surabaya. Soalnya mereka (kontraktor) belinya itu tidak bijian tapi langsung beberapa truk. Jadi mereka itu kesulitan cari material di Jombang,’’ kata Saean.

Ia berharap, meski ada keterlambatan progres pekerjaan, pihak pelaksana proyek bisa menyelesaikan bangunan ruang IGD lantai 2 dan 3 tepat waktu.

’’Targetnya 150 hari kerja, sampai akhir November. Pekerjaan dimulai Juni sampai akhir November,’’ bebernya. (yan/jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Proyek #molor #Jombang #RSUD Ploso #igd