RadarJombang.id – Dua sub terminal yang mati suri di Jombang kini dalam proses kajian alih fungsi, termasuk Sub Terminal Ploso.
Sub Terminal Ploso Jombang , sempat diwacanakan akan dibangun menjadi pasar.
Namun rencana pembangunan Sub terminal Ploso Jombang menjadi pasar ini bakal dibatalkan.
Alasannya, karena belum ada penyusunan dokumen perencanaan.
’’Memang rencana kemarin muncul itu. Ada emplasemen dan dipakai pasar. Otomatis itu harus ada DED (Detail Engineering Design) dulu,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Jombang, Budi Winarno, Jumat (9/8).
Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jombang, juga belum menyusun dokumen perencanaan di area Sub Terminal Ploso.
Karena itu, wacana revitalisasi Pasar Ploso diubah ke Sub Terminal Ploso batal dilakukan.
’’Sampai sekarang masih dikaji alih fungsinya,’’ imbuhnya.
Budi mengatakan, tak ada kendala dalam proses kajian alih fungsi itu. Hanya, butuh waktu untuk memutuskannya.
’’Urusan aset ini harus sesuai proses, secara normatif ketika dialihkan maka harus ada optimalisasi,’’ ujarnya.
Optimalisasi itu harus jelas ketika sudah dialih fungsikan.
’’Optimalnya untuk apa? Ketika sudah dialihkan, tetapi tidak ada fungsinya, sama saja. Jadi pertimbangannya itu,’’ ungkapnya.
Begitu juga dengan Sub Terminal Mojoagung. Saat ini juga dalam proses kajian.
’’Yang jelas di sana tidak ada petugas jaganya, mau dikasih (petugas jaga) untuk apa? Hanya petugas kebersihan,’’ kata Budi. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW