RadarJombang.id – Kondisi penataan Pasar Perak Jombang memang amburadul usai rehab bangunan dilakukan.
Sebagian pedagang Pasar Perak Jombang yang lama, enggan kembali ke Pasar Perak baru karena tak puas dengan hasil rehabilitasi.
Sebagian pedagang Pasar Perak yang masih bertahan berharap Pemkab Jombang dan pemerintahan desa kompak melakukan penataan.
Agar pasar yang baru selesai dibangun berfungsi sebagaimana mestinya.
Salah satunya diungkapkan Dwi Santoso, pedagang di lantai dua yang memilih bertahan. Meski sebagian besar rekan-rekannya berjualan di emper bagian belakang pasar.
Sejak kios disegel Pemkab Jombang, sampai saat ini belum ada tindakan konkret.
’’Harapan kami dulu, setelah disegel, ada langkah serius dari pihak pasar maupun pemerintah,’’ kata Dwi, kemarin.
Karena ketika dibiarkan bakal muncul persoalan baru. Pedagang yang bertahan di Pasar Perak akan ikut berjualan di emperan jalan.
Mengingat kondisi pasar kini semakin sepi. Sementara kondisi bagian belakang pasar kian ramai.
’’Sekarang sudah semakin ke timur yang jualan, ke pasar jeruk. Itu pun banyak pedagang baru,’’ terangnya.
Dia berharap, ada kerjasama pihak pasar dengan desa. ’’Biar sama-sama jalan,’’ harapnya.
Baca Juga: Pasar Perak Ditinggal Pedagang Usai Rehab, Ekonom Nilai Pemkab Jombang Tak Pernah Belajar
Dengan adanya kerjasama itu, diharapkan muncul pilihan untuk kembali meramaikan pasar.
’’Semoga bisa mengatur seperti di Pasar Keputran Surabaya yang jualan luber. Ini (Pasar Perak) lebih kecil masak tidak bisa,’’ kata Dwi.
Sementara itu, Pengolah Data dan Informasi Pasar Perak, Yusuf Hidayat, mengatakan, sampai saat ini pihaknya menunggu arahan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, usai kios yang tak dihuni pedagang disegel.
’’Setelah disegel sampai sekarang belum ada perkembangan lagi. Belum ada pertemuan dengan pedagang ataupun penarikan kunci,’’ kata Yusuf.
Sebanyak 57 kios dipasang stiker segel oleh Pemkab Jombang. Kuncinya masih dipegang masing-masing pedagang.
’’Ada rencana kunci ditarik, ini nunggu arahan dinas (Disdagrin Jombang),’’ imbuhnya.
Usai dipasang segel, ada sebagian pedagang yang menjalin komunikasi dengannya.
’’Ada yang mau balik dan nempati kiosnya lagi, cuma nggak berani karena sudah disegel,’’ kata Yusuf. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW