RadarJombang.id – Guru Besar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo (STIT-UW) Jombang Prof Dr Istibsjaroh meninggal dunia, Rabu (7/8) dini hari.
Sosok guru besar dan politisi nasional berdarah Jombang itu berpulang di umur 70 tahun.
Kabar meninggalnya Prof Istibsjaroh dibenarkan dosen STIT-UW Mukani.
Ia mengatakan, Prof Istibsjaroh meninggal pada pukul 00.25 dini hari.
”Ya benar, tadi pagi jenazah sudah dimakamkan di makam keluarga Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri,” ujar dia (7/8).
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, Prof Istibsjaroh lahir di Jombang 19 September 1954.
Ia merupakan Guru Besar Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Pengkajian Islam.
Selain itu, ia juga pernah menjadi dosen Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya dan meraih Guru Gesar Ilmu Tafsir pada tahun 2004.
”Beliau sosok perempuan energik dengan berbagai aktivitas yang diemban, baik terkait kedinasan dulu di IAIN (sekarang UIN) Sunan Ampel Surabaya, di organisasi NU dan Muslimat, maupun di politik saat diberi amanah menjadi senator DPD Rl,” tambahnya.
Mukani mengatakan, sosok Prof Istibsjaroh juga pernah aktif mengabdikan hidupnya melalui bidang politik.
Tercatat, pernah menjabat anggota DPD RI, MPR RI periode 2009-2014, serta anggota DPRD Kediri periode 1992-1997 dan 1997-1999.
Prof Istibsjaroh juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI).
”Beliau adalah istri dari KH Zaimuddin Badrus Sholeh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri yang juga sudah almarhum,” jelas dia.
Bagi dia, Prof Istibsjaroh adalah sosok panutan sekaligus perempuan yang inspiratif bagi kalangan pendidik.
”Kami sangat kehilangan sosok beliau, karena beliau adalah ketua STIT-UW periode pertama," ungkapnya.
Bagi para dosen senior di kampus STIT-UW, Nyai Tib, sapaan akrabnya dikenal sangat gigih mengelola saat awal-awal kampus STIT UW berdiri.
"Dengan berbagai ceritanya, tentu itu akan terus menjadi spirit dan cambuk bagi kami untuk terus mewujudkan perjuangan beliau lewat kampus ini,” pungkasnya.
Dalam perjalanan hidupnya, Prof Istibsjaroh mengawali pendidikan di Madrasah Ibtida’iyah Bulurejo tahun 1965.
Kemudian melanjutkan ke Tsanawiyah dan Aliyah pada 1966-1971 di Pondok Pesantren Putri Walisongo, Cukir, Jombang.
Selanjutnya, Prof Istibsjaroh melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang lulus 1975.
Kemudian melanjutkan jenjang pascasarjana di IAIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus menjadi dosen di sana pada 2000 lalu.
Empat tahun berikutnya, ia meraih gelar Doktor Tafsir Qur’an dengan predikat lulusan terbaik di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Selain itu, Prof Istibsjaroh juga pernah menjadi guru di MI Seblak, Jombang pada 1975. Kemudian guru di MTs Bulurejo (1979-1991). (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW