Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Viral Warga Jombang Tandu Jenazah Sejauh 3 Kilometer, Kades: Ambulans Desa Tak Boleh Bawa Jenazah

Achmad RW • Rabu, 7 Agustus 2024 | 13:39 WIB
Warga Jiporapah, Plandaan, Jombang saat terpaksa menandu jasad Paiman, 70, sejauh 3 kilometer karena tak ada mobil ambulans
Warga Jiporapah, Plandaan, Jombang saat terpaksa menandu jasad Paiman, 70, sejauh 3 kilometer karena tak ada mobil ambulans

RadarJombang.id - Kepala Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan Jombang Hadi Sucipto merepons viralnya kasus warga terpaksa menandu jenazah sejauh 3 kilometer karena tak ada ambulans.

Kades Jipurapah, membenarkan perihal video viral warga menandu jenazah Paiman, 70, dengan berjalan kaki dari Desa Marmoyo menuju Desa Jiporapah, dengan menempuh jarak sekitar 3 kilometer itu.

Hadi, juga mengakui jika ia memang tak meminjamkan ambulans desa alias Mobil Siaga Desa.

Menurut Hadi, ambulans desa atau Mobil Siaga Desa memang tidak boleh dipergunakan untuk mengangkut jenazah.

”Karena mobil siaga desa aturannya itu tidak boleh untuk mengangkut jenazah atau orang meninggal. Itu ada perbupnya, dan juga sudah disosialisasikan terkait penggunaan mobil siaga desa,” terang Hadi saat dikonfirmasi, Selasa (6/8).

Hadi menyebut keputusan warga menandu jenazah Paiman, yang merupakan warganya tersebut adalah keputusan keluarga.

”Kalau sudah meninggal harusnya pakai ambulans jenazah. Tapi pihak keluarga dan masyarakat Jiporapah minta dipikul saja dari pada cari mobil jenazah gitu, keputusan pihak keluarga. Kan dekat saja hanya 2,5 km,” ujarnya.

Hadi mengungkapkan, biaya sewa ambulans jenazah sudah disiapkan.

Hanya saja, menurutnya jika harus menunggu ambulans jenazah terlalu lama karena jarak rumah sakit ke Desa Marmoyo cukup jauh.

Sebelumnya,Poiman meninggal dunia saat hendak berobat ke bidan Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Senin (05/08).

Sebelum ke bidan, ia mampir ke rumah saudaranya untuk buang air besar.

Namun, Poiman tidak kunjung keluar dari kamar mandi.

Saat dicek, rupanya bapak dua anak ini sudah meninggal dunia di dalam kamar mandi.

"Sakitnya apa tidak tahu. Semalam masih ketemu," kata Hadi.

Menantu Poiman, Jumadi, 38 mengatakan, pihak keluarga memutuskan jenazah mertuanya ditandu menuju rumah duka di Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan.

Sebab, menurutnya kalau menunggu ambulans jenazah dari rumah sakit terlalu lama karena kendala jarak tempuh rumah sakit ke Desa Marmoyo.

"Kalau menunggu mobil jenazah dari rumah sakit itu kelamaan. Jadi dari pada kelamaan ya dipikul saja. Jadi ini keputusan keluarga, kasihan jenazahnya," tandasnya. (riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#ambulans #plandaan #Jombang #Kades #Jipurapah #viral #Desa