RadarJombang.id – Upaya penataan pedagang Pujasera Kebonrojo Jombang terus berlanjut.
Hingga akhir Juli, pendataan pedagang Pujasera Kebonrojo Jombang belum tuntas.
Namun demikian, Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Jombang sudah melakukan penomoran di setiap lapak pedagang di Pujasera Kebonrojo Jombang.
Pantauan di lokasi, di sejumlah sudutnya, kondisi area pujasera masih kumuh.
Lapak-lapak pedagang yang sudah lama tak lagi ditempati berjualan tampak dipenuhi debu.
Sebagian juga mulai rusak. Terlihat ada nomor yang terpasang di tiap lapak.
Khusnul salah seorang pedagang mengakui, usai pemkab menggelar pertemuan dengan pedagang ditindaklanjuti dengan penempelan nomor di tiap lapak.
Dia menerangkan, Pujasera Kebonrojo terbagi dalam dua blok. Di blok 1 atau sebelah utara terdapat 55 lapak, sedangkan blok 2 terdapat 45 lapak. Sehingga keseluruhan ada 100 lapak.
”Dari paguyuban yang ngasih terus ditempel di dinding lapaknya,” kata Khusnul.
Dia termasuk salah satu pedagang yang didata. Sebab, dalam pendataan kali ini, tak hanya pedagang yang bertahan.
Namun, pemkab kembali menawarkan opsi ke eks penghuni. ”Ditawari lagi mau jualan lagi atau tidak, misalnya sudah mau jualan nanti dibersihkan,” ujar dia.
Dari dua blok tersebut masing-masing blok memiliki paguyuban.
Hitungan di lapangan, untuk blok 1 sedikitnya ada 12 pedagang yang masih berjualan. Sedangkan blok 2 ada sekira 13 pedagang.
”Tapi kadang ada yang jualan malam hari, pagi dia tutup. Seperti pak Toto ini hanya jualan malam,” ujar Khusnul.
Dia berharap melalui penataan ini nantinya Pujasera Kebonrojo kembali ramai.
Sebab, sejak pandemi Covid-19 merebak sekitar 2019 itu, jumlah pedagang terus berkurang.
Didukung makin menjamurnya PKL di pinggiran jalan. ”Harapan pedagang pemerintah juga adil, PKL ditata yang bagus. Percuma punya bangunan, tapi nggak dimanfaatkan,” kata Khusnul.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkugan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan mengakui, sampai saat ini pihaknya masih menunggu data terkumpul.
Sebab, untuk pendataan pihaknya menyerahkan ke masing-masing paguyuban.
”Jadi formnya belum dikembalikan sama teman-teman pedagang, Insya Allah besok (hari ini) sudah selesai,” ujar Amin.
Diakui, pihaknya juga melakukan pendataan. Salah satunya menempel tiap lapak. Selain mengetahui jumlah lapak juga pedagang.
”Memudahkan identifikasi kami, karena sebagian partisi sudah dilepas. Supaya kami bisa identifikasi nomor berapa yang nggak ditempati lagi,” kata Amin. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW