RadarJombang.id – Kondisi pujasera Keborojo Jombang yang kini telah mati suri baru akan ditindaklanjuti pemkab.
DLH Jombang, menggelar pertemuan dengan para pedagang pujasera Kebonrojo Jombang (11/7).
’’Hari ini (kemarin) sudah bertemu dengan semua pedagang di dalam (Pujasera Kebonrojo),’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Miftahul Ulum, melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau, M Amin Kurniawan.
Hasil sementara pertemuan itu, pihaknya mendeteksi ada sekitar 100 lapak pedagang di dua zona Pujasera Kebonrojo Jombang.
Saat ini, Pujasera kebonrojo Jombang juga diakuinya sudah banyak yang ditinggal pedagang. ’’Terutama sejak pandemi Covid-19,’’ imbuhnya.
Tahap pertama yang dilakukan, segera melakukan pendataan. Baik pedagang yang bertahan maupun sudah meninggalkan lapak.
’’Kami minta ke paguyuban, data semua pedagang yang masih aktif dan mau berjualan lagi. Kami siapkan plotnya, baru bicara kebijakan,’’ terang Amin.
Harapannya, dari data itu pihaknya sudah mengetahui jumlah pedagang yang aktif. Kedepan bisa dilakukan pembersihan.
’’Ketika sudah tidak berjualan di sana, maka harus bersih. Barangnya diangkat, tidak dibiarkan Karena itu asetnya pemerintah daerah,’’ tuturnya.
Dengan begitu, Amin menyebut ke depan bisa terdeteksi berapa lapak yang kosong.
’’Setelah kita identifikasi, ke depan (lapak kosong) bisa dimanfaatkan. Misalnya pedagang di luar (Pujasera Kebonrojo) mau masuk ke dalam. Biar tidak mengganggu jalan ataupun yang lain,’’ paparnya.
Diakui, pihaknya tidak bisa berbuat banyak pada pedagang yang menjamur di pinggir jalan area taman.
’’Soal itu kami tidak bisa mengambil keputusan, karena lintas sektor. Mereka (PKL) pakai bahu jalan, ada kewenangan teman-teman dishub dan disdagrin,’’ kata Amin. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW