Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ada Indikasi Pemotongan Proyek PL Rehab SMP Negeri di Jombang, FRMJ Minta APH Bergerak

Wenny Rosalina • Kamis, 11 Juli 2024 | 14:45 WIB
Joko Fattah Rochim, Ketua Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ)
Joko Fattah Rochim, Ketua Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ)

RadarJombang.id - Forum Rembug Masyarakat Jombang ( FRMJ ) meminta aparat penegak hukum ( APH ) segera bergerak menindaklanjuti adanya dugaan pungli proyek PL rehab SMP negeri di Jombang.

Pihaknya menyebut APH wajib melakukan tindakan tegas pada potongan uang proyek yang dikeluhkan sejumlah kontraktor di Jombang itu.

’’APH harus turun dan bertindak tegas atas dugaan pungli, jangan hanya gambar-gembor lawan pungli saja,’’ kata Joko Ketua FRMJ, Fattah Rochim (10/7).

Adanya dugaan pungli proyek tidak hanya terjadi sekali dua kali.

Fattah mengaku sering mendapatkan keluhan yang sama.

Tidak hanya di sekolah, tapi juga di desa-desa.

’’Masih banyak sekali pangli proyek sekolah dan pungli di desa-desa,’’ ucap Fattah.

Tindakan tegas APH sangat dibutuhkan dalam hal ini, tidak hanya pemanggilan yang dilakukan sebagai bentuk formalitas saja.

’’Yang terjadi selama ini hanya sebatas undangan, dimintai keterangan, bawa dokumen lalu sudah selesai. Tidak ada tindak lanjutnya lagi,’’ jelasnya.

Banyaknya kasus pungli di proyek sekolah mengancam jiwa siswa.

Karena bangunan yang dibuat akan asal-asalan menyesuaikan sisa anggaran.

Baca Juga: Ada Indikasi Potongan 20 Persen di Proyek PL Dinas P dan K Jombang, Komisi C Bilang Begini

Dampaknya, kualitas bangunan yang buruk, dan tidak bertahan lama hingga mengancam keselamatan siswa.

’’Tidak tahu lagi kalau yang pungli APH-nya. Selama ini banyak kasus berhenti ditengah jalan, laporan-laporan juga hanya sebagai formalitas saja,’’ terangnya.

Sebelumnya, muncul dugaan pungutan liar pada 11 proyek rehab SMP Negeri di Jombang dengan sistem pengadaan langsung (PL).

Pungli dilakukan oleh salah koordinator rekanan. Rencananya akan diberikan kepada sejumlah pimpinan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

Proyek dengan nilai anggaran Rp 127-198 juta tersebut diduga dipotong anggarannya hingga 20 persen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, membantah hal tersebut.

Dia berjanji akan melakukan evaluasi ke bawah. Bahkan ia bertanya langsung kepada kontraktor yang mendapatkan pekerjaan.

’’Sudah kami konfirmasi ke salah satu kontraktor, katanya juga tidak ada (pungutan 20 persen),’’ jelas Senen.

Di laman sirup.lkpp.go.id, ada 11 paket rehab SMP Negeri di Jombang yang dikerjakan melalui sistem PL.

Pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 1 Gudo,  SMPN 1 Bandarkedungmulyo, SMPN 1 Diwek, SMPN 1 Peterongan, SMPN 2 Kesamben dan SMPN 3 Kabuh. Masing-masing senilai Rp 198,5 juta.

Rehab ruang kelas SMPN 2 Kabuh dan SMPN 5 Jombang masing-masing senilai Rp 187 juta.

Rehab ruang lab komputer SMPN 4 Jombang beserta perabotnya senilai Rp 185 juta.

Baca Juga: Proyek Rehab Tujuh SMP di Jombang Mulai Dikerjakan, Targetnya Akhir Oktober 2024 Tuntas

Rehab ruang lab IPA SMPN 2 Jombang Rp 149,7 juta. Serta rehab toilet SMPN 3 Jombang Rp 123 juta.

Senen merinci, 11 proyek tersebut dikerjakan 10 kontraktor.

SMPN 1 Bandarkedungmulyo dikerjakan CV Lima Utama dari Bandarkedungmulyo.

SMPN 1 Diwek dikerjakan CV Bagus dari Diwek. SMPN 1 Gudo dikerjakan CV Prima Karya Nusantara dari Gudo.

SMPN 1 Peterongan dikerjakan CV Aneka Jaya dari Peterongan. SMPN 2 Kesamben dikerjakan CV Ujung Kulon dari Kesamben.

SMPN 3 Kabuh dikerjakan CV Rajasa dari Kabuh. SMPN 2 Kabuh dikerjakan CV Sumber Rejeki dari Kabuh.

SMPN 5 Jombang dikerjakan CV Persada Mulia dari Jombang.

SMPN 2 Jombang dan SMPN 5 Jombang dikerjakan CV Makmur Sentosa dari Jombang.

Serta SMPN 3 Jombang dikerjakan CV Maharani dari Jombang. (wen/jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#APH #SMP Negeri #pemotongan #Proyek #Jombang #rehab #FRMJ #PL