RadarJombang.id – Kebocoran karet dam di pintu enam Dam Karet Jatimlerek Jombang telah selesai diperbaiki.
Petani di wilayah utara Sungai Brantas pun bisa sedikit lega lantaran aliran Sungai Brantas ke intake saluran induk (SI) Jatimlerek sudah kembali normal.
Bahkan mesin pompa yang sebelumnya dipasang untuk memenuhi pasokan air ke sawah warga juga akan ditarik.
Kades Jatimlerek Jadi mengatakan, petani kawasan utara Sungai Brantas bisa kembali menikmati aliran SI Jatimlerek untuk lahan pertanian. Karena penanganan pintu enam Dam Karet Jatimlerek sudah selesai.
”Jadi, Minggu siang pukul 15.00 WIB, air dari Brantas sudah masuk ke saluran (SI Jatimlerek). Hari ini (kemarin) pengairan sudah normal lagi, ” kata Jadi kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (8/7).
Mesin pompa yang sebelumnya dipasang untuk memenuhi pasokan air ke sawah warga saat ini sudah tak lagi dipergunakan.
”Sebenarnya sejak Jumat (5/7) sudah tidak dipakai lagi, karena penambalan selesai dan pintunya digembungkan,” imbuh dia.
Dari tiga mesin pompa, saat ini terdapat dua mesin pompa masih berada di lokasi. Usai satu pompa ditarik lebih dulu karena rusak.
”Jadi, dua minggu lalu, satu mesin pompa ditarik. Ada kerusakan, lalu pipa sedotnya juga sudah putus,” ujar Jadi.
Begitu juga dua mesin pompa lainnya bakal segera ditarik.
”Sudah kami informasikan, dari operator Dam Karet Jatimlerek sudah meneruskan, mungkin dalam waktu dekat akan ditarik,” kata Jadi.
Baca Juga: Terdampak Jebolan Dam Karet Jatimlerek Jombang, Kali Beng Kini Harus Disedot Pakai Pompa
Sebelumnya, kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan petani di kawasan utara Sungai Brantas kelimpungan.
Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, total luas lahan pertanian yang terdampak mencapai hingga 1.341 hektare, tersebar di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso.
”Dari pendataan yang kita lakukan, total sekitar 1.341 hektare lahan mengandalkan pengairan dari Saluran Primer Jatimlerek,” terang Kepala Disperta Jombang M Rony, Rabu (15/5).
Guna kebutuhan irigasi pertanian, petugas mendatangkan tiga unit mesin pompa tujuannya agar petani tetap bisa menggarap sawah. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW