Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Belasan Hektare Tanaman Tembakau Petani di Jombang Mati Gegara Hujan yang Masih Datang, Ini Lokasi yang Paling Parah

Ainul Hafidz • Kamis, 4 Juli 2024 | 16:37 WIB
Petani tembakau di Jombang menunjukkan tanaman mereka yang layu dan mati terdampak hujan
Petani tembakau di Jombang menunjukkan tanaman mereka yang layu dan mati terdampak hujan

RadarJombang.id - Banyaknya tanaman tembakau di utara Sungai Brantas yang mati dibenarkan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang.

Data sementara, dieprkirakan luasan tanaman tembakau yang mati mencapai sekitar 15 hektare.

Wakil APTI Jombang Tek Diwanto mengakui, hujan deras yang mengguyur wilayah utara Brantas beberapa mengakibatkan sebagian tanaman tembakau rusak.

Khususnya tanaman yang baru saja ditanam.

”Laporan kami sementara di Kecamatan Plandaan yang paling luas, antara 10-15 hektare mati,” kata Tek dikonfirmasi, Rabu (3/7).

Sedangkan wilayah lainnya, lanjut Tek, cenderung aman.

”Di Kabuh, Ngusikan, dan Ploso masih aman, karena tanahnya kering. Malah bisa menambah tingkat kesuburan tanaman,” ujar Tek.

Dampak yang dirasakan di kecamatan setempat menurut Tek, karena banyak faktor.

Salah satunya diperkirakan kesiapan tanam atau saat olah lahan.

”Pertama karena di sana tidak ada saluran atau got, beda di kecamatan lain sudah disiapkan untuk saluran airnya,” tutur dia.

Akibatnya, air menggenang dan berpengaruh ke tanaman.

Baca Juga: Olah Daun Talas Beneng Jadi Pengganti Tembakau, Pria Asal Wonosalam Jombang Hasilkan Cuan Jutaan Rupiah

”Kedua di sana kemarin kalau tidak salah terdampak irigasi Jatimlerek,” ujar Tek.

Kondisi itu membuat persiapan tanam petani tak maksimal.

Awalnya petani memang bersiap menanam padi, namun suplai air tak bisa tercukupi imbas Saluran Induk Jatimlerek, sehingga beralih ke tanaman lain.

”Mau tidak mau sekarang harus tanam ulang,” kata Tek.

Sebelumnya, anomali cuaca membuat petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas merugi.

Sebab, banyak tanaman tembakau yang mati lantaran beberapa hari digerojok hujan deras.

Seperti yang dialami petani di Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan. Tanaman tembakau petani yang baru berusia satu bulan mati.

”Hampir mati semua tanaman tembakau di sini. Soalnya beberapa hari hujan deras,” ujar Sukamad salah satu petani, Selasa (2/7).

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony mengungkapkan, sudah mengidentifikasi sejumlah tanaman tembakau yang mati.

”Kemarin teman-teman sudah meninjau ke lokasi. Memang benar di Kecamatan Plandaan tanaman tembakau banyak yang mati,” katanya. (fid/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#hektare #Tembakau #petani #hujan #mati #Jombang