RadarJombang.id – Anomali cuaca membuat petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas Jombang merugi.
Sebab, banyak tanaman tembakau petani yang mati lantaran beberapa hari diguyur hujan deras.
Seperti yang dialami petani di Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan Jombang.
Tanaman tembakau petani yang baru berusia satu bulan mati.
”Hampir mati semua tanaman tembakau di sini. Soalnya beberapa hari hujan deras,” ujar Sukamad salah satu petani, Selasa (2/7).
Intensitas hujan yang mengguyur wilayah utara Brantas beberapa hari belakangan cukup tinggi.
Akibatnya, banyak tanaman tembaku tergenang dan layu.
”Tanaman tembakau tidak bisa kalau terkena air banyak. Sehingga kalau terendam air pasti ya mati,” ungkapnya.
Dirinya tidak mengetahui pasti berapa luasan lahan petani di wilayahnya yang mengalami kondisi serupa.
Namun demikian, dia meyakini nasibnya sama.
Sebab, tanaman tembakau memang rentan rusak jika terkena hujan dengan intensitas tinggi, apalagi beberapa hari ini terus turun hujan.
Baca Juga: Banyak Petani di Utara Brantas Jombang Beralih Tanam Tembakau, Ini Alasannya
”Kalau sudah seperti ini ya harus ditanam ulang. Karena sudah tidak bisa diselamatkan,” bebernya.
Dikatakannya, memang saat ini cuaca tidak bisa diprediksi.
Mestinya saat ini sudah musim kemarau. Namun, intensitas hujan masih tinggi.
Saat ini dia pun hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan merugi besar lantaran gagal panen.
”Ya tentu saja rugi. Belum ongkos menanam lagi dan biaya untuk bibitnya,” bebernya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony mengungkapkan, sudah mengidentifikasi sejumlah tanaman tembakau yang mati.
”Kemarin teman-teman sudah meninjau ke lokasi. Memang benar di Kecamatan Plandaan tanaman tembakau banyal yang mati,” katanya saat dikonfirmasi.
Dirinya mengungkapkan, tanaman tembakau yang mati dampak curah hujan tinggi itu ditemukan di Desa Gebangbunder dan Bangsri.
Hanya saja, untuk luasan lahannya masih terus dilakukan pendataan. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW