RadarJombang.id – Sungai yang berada di Dusun Rejoso, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto jadi rasan-rasan warga setempat.
Kondisi air di sungai ini memutih dan sering menimbulkan bau tak sedap. Salah satunya, terpantau di depan Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso, Sabtu (22/6).
Tampak sungai yang mengalir di depan area pondok berwarna keputih-putihan.
Saat pagi sering menimbulkan bau cukup menyengat. Kondisi ini sering terjadi saat memasuki musim kemarau.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, KH Zaimuddin Wijaya As’ad, tak menampik jika saluran yang melintas di depan PPDU sering kali menimbulkan bau tak sedap.
’’Memang masih sering mengeluarkan aroma tak sedap,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Sungai tersebut seringkali berwarna keputihan. Diduga, bau yang tidak sedap tercemar dari limbah dari hulu.
’’Kadang lebih putih lagi seperti air gamping,’’ ucapnya.
Pengasuh PPDU Rejoso lainnya, M Zulfikar As’ad (Gus Ufik) juga membenarkan sungai di depan PPDU seringkali menimbulkan bau tak sedap. ’’Iya masih sering,’’ ujarnya.
Sebagai warga yang tinggal di sekitar sungai tersebut, ia berharap pihak terkait segera bertindak untuk mencarikan solusi.
’’Kami dan juga masyarakat sekitar sungai ini tidak menuntut dan mencari siapa yang salah," ungkapnya.
Baca Juga: Sampah Menumpuk di Sekunder Jatimlerek Jombang, Tersumbat di Jembatan Pinggir Jalan Provinsi
Pihaknya, hanya berkeinginan agar sungai yang melewati area PP Darul Ulum dan kampus Unipdu kembali bersih atau setidaknya tidak bau.
"Karena itu mohon dengan sangat agar pihak-pihak terkait, khususnya yang berhubungan dengan lingkungan dan pencemaran sungai dapat berlaku tegas,’’ urainya.
Ia juga berharap masyarakat tidak membuang sampah di sungai. Agar kebersihan sungai tetap terjaga dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
’’Pada masyarakat, kami juga ingin mengimbau, sungai bukanlah tempat pembuangan sampah,’’ paparnya.
Untuk meminimalisir bau yang tidak sedap, ia mengaku sering mengajak santrinya untuk kerja bakti membersihkan sungai.
’’Mahasiswa Unipdu dan santri Darul Ulum sering kerja bakti pembersihan sungai,’’ tegasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Miftahul Ulum, belum bisa menjelaskan secara pasti, penyabab sungai Rejoso memutih.
Ia akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut. ’’Insya Allah besok di cek dulu oleh teman-teman untuk mengetahui penyebabnya,’’ ungkapnya.
Beberapa bulan lalu, DLH juga telah melakukan pengamatan. Hasilnya, saluran sungai Rejoso memang banyak kandungan bakteri E-coli. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW