RadarJombang.id – Tak menentunya cuaca membuat petani tembakau di wilayah Utara Brantas Jombang resah.
Mereka waswas masih seringnya turun hujan bakal membuat tanaman rentan terserang virus.
”Ini memang cuacanya ekstrem, masih seringkali hujan, sehingga memang rentan terserang virus,” terang Tek Diwanto, salah satu petani tembakau di utara brantas.
Ia menjelaskan, cuaca yang tak menentu itu, seringkali membuat tanaman terganggu.
Tanah yang tak kering sempurna, juga bisa menganggu pertumbuhan tanaman tembakau mereka.
”Dampaknya itu biasanya virus kutu kebul kita menyebutnya, daunnya jadi keriting,” ungkapnya.
Dijelaskan, banyak petani yang telah mengeluhkan serangan virus ini.
Terlebih, bagi para petani yang baru tanam sekitar beberapa minggu terakhir.
”Jadi biasanya itu tanah atasnya keras, tapi tanah bawahnya masih berair, jadi akarnya terganggu," tambahnya.
"Tahun ini agak banyak, 30 persen tanaman petani itu banyak yang keriting,” imbuh wakil ketua APTI Jombang ini.
Jika sudah mengalami keriting atau terserang virus, tanaman tembakau mau tak mau harus dibuang.
Karena jika dibiarkan pertumbuhan daunnya tak akan maksimal.
“Kalau keriting ya biasanya harus dicabut dan harus tanam ulang, disulami istilahnya,” pungkasnya. (riz/ang/riz)
Editor : Achmad RW