Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Jual Tinggi Saat Panen, Petani Semangka di Jombang Full Senyum

Ainul Hafidz • Sabtu, 22 Juni 2024 | 01:12 WIB
Petani di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Jombang tengah full senyum karena harga jual semangka mereka tinggi saat panen
Petani di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Jombang tengah full senyum karena harga jual semangka mereka tinggi saat panen

RadarJombang.id – Sejumlah petani buah semangka di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Jombang full senyum.

Selain hasil panen semangka melimpah, harga jual saat panen juga lagi tinggi.

”Rata-rata sekarang banon 100 (sawah seluas 1.400 meter per segi) dibeli Rp 9 juta, sebelum hujan kemarin di atas Rp 10 juta,” ungkap Jumain.

Menurut Jumain, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, harga jual buah semangka musim ini baik.

Harganya juga menyesuaikan kondisi buah. ”Dijual ke penebas,” singkatnya.

Saat ini, rata-rata tanaman buah semangka di wilayahnya sudah selesai dipanen.

”Sudah mau habis, paling minggu depan sudah selesai,” kata Jumain.

Sementara itu, Kades Watudakon Suharto mengakui, musim kemarau sekarang ini banyak petani yang menanam semangka.

Dari luasan lahan sekitar 180 hektare di wilayahnya, sekitar 50 hekater ditanami semangka.

”Sekarang tinggal sekitar 2 hektare yang belum panen,” kata Suharto.

Diakui, mayoritas petani tak kebingungan menjual hasil panen.

Baca Juga: Disperta Jombang Sediakan 30 Pompa untuk Petani di Musim Kemarau, Bisa Dipinjam dan Gratis

Karena sudah ada tengkulak yang membeli. Rata-rata dijual secara tebasan.

”Sebenarnya sekarang masih lumayan, awal panen tinggi-tingginya harga sampai Rp 13 juta per banon 100, sekarang turun jadi Rp 9 juta,” ujar dia.

Selain akhir panen raya, lanjut Suharto, juga karena kualitas buah yang menurun.

”Hujan tiga hari kemarin juga pengaruh ke buah, karena lembab sehingga cepat busuk,” tutur Suharto.

Dikatakan, petani wilayah setempat tiap tahun banyak yang menanam semangka.

Salah satunya karena persoalan pengairan irigasi sawah.

”Di sini mengandalkan Mrican Kanan, sedangkan Watudakon ini daerah hilir. Sehingga, setahun padi hanya sekali,” imbuh dia. (fid/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Full Senyum #petani #Jombang #Panen #semangka