Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Puluhan Hektare Sawah yang Terlanjur Ditanami Padi di Jombang Terpaksa Dibongkar Imbas Dam Karet Jatimlerek Jebol

Ainul Hafidz • Senin, 17 Juni 2024 | 15:01 WIB
Petani di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang semula menanam padi kini beralih ke tembakau
Petani di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang semula menanam padi kini beralih ke tembakau

RadarJombang.id – Imbas jebolnya Dam Karet Jatimlerek, Jombang sangat berdampak signifikan ke sektor pertanian.

Tak-tanggung, lahan seluas 52 hektare yang sudah ditanami padi terpaksa dibongkar petani lantaran terkendala pasokan air dari Saluran Induk Jatimlerek yang macet. 

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony mengatakan, berdasarkan identifikasi sementara, lahan seluas 52 hektare yang sudah ditanami padi dibongkar, menyusul kebutuhan air tak lagi tercukupi.

Petani beralih ke tanaman lain yang tak membutuhkan banyak air.

”Data sementara di Kecamatan Ploso, Kudu, dan Kecamatan Ngusikan sudah terlanjur padi, karena air kurang sehingga dibongkar ganti tanaman lain,” kata Rony kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (16/6).

Disebutkan dari total 52 hektare itu, masing-masing di Kecamatan Ngusikan 20 hektare.

Juga di Kecamatan Ploso 20 hektare, serta serta Kecamatan Kudu 12 hektare.

”Jadi, di sana jadwalnya tanam padi. Setelah dihitung ketika pakai pompa biaya akan semakin banyak, akhirnya diganti,” imbuh dia.

Petani, menurut dia, ada yang beralih tanam tembakau dan buah. Di antaranya blewah dan labu serta melon.

”Karena, buangan dari Saluran Induk Jatimlerek ke Kali Marmoyo. Di Kecamatan Kudu dan Ngusikan selama ini mengandalkan itu, sekarang kosong,” ujar Rony.

Sedangkan di Kecamatan Plandaan, menurut Rony, saat ini cenderung aman.

Baca Juga: Pembangunan Kisdam di Dam Karet Jatimlerek Jombang Ditarget Rampung Pekan Depan

Khususnya di desa tak jauh dari saluran irigasi itu.

”Insya Allah Plandaan aman, yang sudah tanam padi airnya cukup, kalaupun kurang tidak sampai mati,” tutur dia.

Kendati begitu, menurut dia, ada kekhawatiran dampak perubahan iklim (DPI) bakal terjadi.

”Iklim semakin sulit diprediksi, awalnya kemarau tiba-tiba hujan,” tutur dia.

Kondisi itu bakal berdampak ke tanaman. Khususnya bagi petani yang sudah terlajur beralih ke tembakau ataupun komoditas buah.

”Ini yang sangat mengkhawatirkan, ketika tembakau semakin masif tiba-tiba hujan,” ujar Rony.

Tahun ini diprediksi terjadi kemarau basah atau La Nina.

”Sekarang kami belum daapt rilis BMKG, tetapi secara umum mungkin situasinya menuju La Nina,” kata Rony.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan petani di kawasan utara Sungai Brantas kelimpungan.

Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, total luas lahan pertanian yang terdampak mencapai hingga 1.341 hektare.

Seluruhnya tersebar di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso.

”Dari pendataan yang kita lakukan, total sekitar 1.341 hektare lahan mengandalkan pengairan dari Saluran Primer Jatimlerek,” terang Kepala Disperta Jombang M Rony, Rabu (15/5).

Baca Juga: 600 Sandbag Bakal Dipasang Untuk Identifikasi Jebolan Dam Karet Jatimlerek Jombang

Guna kebutuhan irigasi pertanian, petugas mendatangkan dua unit mesin pompa tujuannya agar petani tetap bisa menggarap sawah.

Sementara itu, perbaikan kerusakan pada pintu 6 Dam Karet Jatimlerek hingga kini belum bisa dilakukan.

Petugas hingga kini masih terus mengebut pembangunan tanggul darurat (kisdam) di area pintu 6 dam karet.

Setelahnya petugas baru bisa mengecek tingkat kerusakan dan menentukan langkah perbaikan. (fid/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#petani #Jebol #dibongkar #Jatimlerek #dam karet #padi