RadarJombang.id – Pembangunan kisdam di Dam Karet Jatimlerek Jombang yang jebol terus dilakukan.
Rencananya ketinggian bakal ditambah menjadi 1,5 meter atau butuh dua lapis jumbo bag.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang Sultoni mengatakan, sudah ada pertemuan lebih lanjut dengan berbagai pihak.
Mulai BBWS Brantas hingga pemerintah desa terdampak jebolnya Dam Karet Jatimlerek.
”Jadi teman-teman sudah koordinasi dan mengundang BBWS Brantas, Dinas PU SDA Jatim, dan beberapa desa yang terdampak,” kata Sultoni dikonfirmasi, Sabtu (15/6).
Dijelaskan, pertemuan itu selain membahas evaluasi penggunaan mesin pompa juga penanganan darurat.
”Pemasangan jumbo bag untuk kisdam sudah dapat panjang, sekarang kurang 15 meter sampai di posisi pilar,” imbuh dia.
Meski begitu, berdasarkan keterangan yang diterima, ketika pemasangan jumbo bag tuntas menutup pintu enam yang jebol bakal ada penambahan material.
”Sebenarnya untuk ketinggian sekarang masih belum, karena sekarang fokus di bawah. Jadi, akan ditambah lagi,” ujar Sultoni.
Menurut dia, ketinggian kisdam bakal ditambah sekira 1,5 meter.
Baca Juga: Petani di Utara Sungai Brantas Jombang Beralih Tanam Buah, Imbas Dam Karet Jatimlerek Jebol
”Atau masih butuh dua lapis jumbo bag, nanti memanjang sampai seluruh pintu enam,” tutur dia.
Ditambahnya material itu salah satu pertimbangannya, agar identifikasi kerusakan bisa berjalan lancar.
Agar air tak lagi masuk ke area pintu yang sudah dibangun kisdam.
”Jadi supaya lebih aman lagi, karena pekerjaan identifikasi terlalu berisiko,” ujar dia.
Harapannya, ketika pembangunan kisdam tuntas, seluruh jumbo bag tak dibongkar.
Tumpukan jumbo bag itu, disebutnya bisa difungsikan sebagai pintu darurat.
”Tetap bisa dimanfaatkan sebagai peninggi muka air. Sehingga air bisa masuk lagi ke intake Saluran Induk Jatimlerek, walaupun memakai penahan dari kisdam,” kata Sultoni. (fid/ang/riz)
Editor : Achmad RW