Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bakal Naik Hingga 400 Hektare di 2024, Luas Tanam Tembakau di Jombang Jadi Segini

Achmad RW • Sabtu, 15 Juni 2024 | 13:46 WIB
Petani tembakau di utara brantas sedang menyemai bibit. Tahun ini, luasan tanam tembakau di Jombang bakal naik hingga 400 hektare
Petani tembakau di utara brantas sedang menyemai bibit. Tahun ini, luasan tanam tembakau di Jombang bakal naik hingga 400 hektare

RadarJombang.id - Banyaknya petani di utara brantas yang beralih tanam dari padi dan buah ke tembakau di musim kemarau ini, diakui Tek Diwanto, wakil ketua APTI Jombang.

Bahkan, dari data yang dimilikinya, luasan tanam tembakau di kawasan utara Brantas terjadi kenaikan hingga 400 hektare di tahun 2024 ini.

”Tahun 2024 ini jumlahnya akan Naik 400 hektare,” ungkap Tek.

Peningkatan luas tanam tembakau itu disebutnya berlangdung di 3 kecamatan berbeda di utara brantas, yakni Kecamatan Ploso, Kudu dan Ngusikan.

Di Kecamatan Ploso, peralihan besar terjadi di Desa Jatigedong.

Sementara di Kecamatan Kudu, peralihan petani besar-besaran ke tebakau terjadi di Desa Kudubanjar, Sumberteguh, dan Desa Bakalan Rayung.

Sedangkan di Kecamatan Ngusikan, peralihan petani ke tanaman tebakau terjadi di Desa Manunggal dan Desa Ngusikan.

”Tiga kecamatan ini peningkatannya cukup besar,” bebernya.

Pihaknya menyebut, ada banyak faktor yang melatari perpindahan pola tanam petani itu.

Di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, petani mulai beralih menanam tembakau karena masalah air.

”Kalau di Jatigedong itu dampak pengairan yang sulit, dampak jebolnya Dam Karet Jatimlerek itu, akhirnya mulai beralih ke tembakau tahun ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Harga Jual Lagi Bagus, Petani dan Pengepul Tembakau di Jombang Panen Cuan

Sementara di Kecamatan Kudu yang biasanya jadi sentra kangkung bibit, tiga desa mulai beralih ke tanaman tembakau lantaran dinilai untungnya lebih menjanjikan.

”Kangkung tiga tahun terakhir ini harganya tidak bagus. Ada juga yang tahun kemarin sukses ketika mencoba tanam tembakau, jadi banyak yang akhirnya ikutan,” ungkapnya.

Hal yang sama, juga terjadi di dua desa di Kecamatan Ngusikan.

”Ngusikan sama juga mulai banyak yang pindah tembakau karena melihat suksesnya tahun kemarin,” imbuhnya.

Dengan tambahan 400 hektare itu, Tek menyebut jumlah total luas tanam tembakau di Jombang di tahun 2024 ini akan mencapai 6.000 hektare.

Dari 6.000 hektare luasan lahan yang ditanami tembakau, saat ini sebagian besar sudah tanam.

”Laporan terakhir sudah sekitar 80 persen tanam,” ungkapnya.

Jumlah ini, juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam 3 tahun terakhir.

Dari data yang dihimpun, luas tanam tembakau di Jombang pada tahun 2022 mencapai 5.157 hektare.

Luasan itu, naik menjadi 5.600 hektare pada tahun 2023 lalu.

Dan 2024, kembali naik lai menjadi 6.000 hektare. (riz/naz/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#Jombang #utara brantas #luas tanam tembakau #naik