Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pagar Tembok SMAN 2 Jombang Jadi Sasaran Corat-coret, Kepala Sekolah Bilang Begini

Wenny Rosalina • Senin, 10 Juni 2024 | 12:40 WIB
TAMPAK KUMUH: Tembok SMAN 2 Jombang dipenuhi dengan coretan aksi vandalisme yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab, Sabtu (8/6).
TAMPAK KUMUH: Tembok SMAN 2 Jombang dipenuhi dengan coretan aksi vandalisme yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab, Sabtu (8/6).

RadarJombang.id – Aksi vandalisme di lingkungan pendidikan masih ada di Jombang.

Sepanjang tembok tempat parkir SMAN 2 Jombang, penuh dengan coretan tangan-tangan jahil.

Bernada protes hingga kata-kata kotor.

’’Memang disana penuh dengan coretan-coretan. Mungkin bentuk kekecewaan warga terhadap negara. Dalam tanda kutip, pelaku pernah punya pengalaman gak bagus terhadap negara,’’ kata Gaguk, salah satu wali siswa SMAN 2 Jombang yang hampir setiap hari melintasi jalan tersebut.

Coretan tersebut dimulai dari ujung traffic light jalan Bupati R Soedirman, atau di tembok SMAN 2 Jombang, hingga SMPN 1 Jombang.

Ada tulisan, ada gambar, ada kata-kata bernada protes, hingga kata-kata kotor yang tidak pantas untuk dibaca.

’’Di situ kan wilayah pendidikan, ada pelajar, ada guru, bisa jadi pelaku punya misi untuk mencuci otak pelajar. Agar berpola pikir seperti dia,’’ ungkapnya.

Menurut Gaguk, pemilik tembok harus segera menghapus tulisan tersebut, dengan cara ditimpa dengan cat atau ditutup.

’’Kalau mau edukatif mudah. Banner sekarang kan murah. Ditempeli saja banner pahlawan nasional, atau banner tentang edukasi kesehatan, sehingga tidak ada ruang untuk vandalisme. Sekalipun mereka melakukan lagi, kita tutup lagi pakai banner. Dan tentunya ada upaya pencegahan dan penindakan,’’ harapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Jombang, Budiono, mengatakan, tembok parkir SMAN 2 Jombang bukan kali pertama jadi sasaran vandalisme.

Sudah sering aksi vandalisme ditutup dengan cat, tapi sering juga dilakukan lagi.

Baca Juga: Kenalkan Budaya Indonesia ke Luar Negeri, Ini Daftar Prestasi SMAN 2 Jombang

’’Sudah sering kami tutup, tapi ada lagi. Dan memang waktunya ngecat, tapi masih nunggu dana,’’ ungkapnya.

Budiono mengaku tak tahu, siapa yang melakukan aksi vandalisme di tembok sekolahnya tersebut.

’’Kami tidak tahu, kayaknya orang luar (bukan masyarakat desa sekitar),’’ tambahnya.

Budiono bakal bertindak cepat, dengan melakukan pengecatan ulang.

’’Mungkin nanti bisa lomba moral. Barangkali kalau sudah ada gambarnya, tidak dicoret-coret lagi oleh pihak luar,’’ urainya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#corat-coret #SMAN 2 Jombang #lingkungan #kepala #Sekolah #pendidikan #vandalisme