RadarJombang.id - Upaya pengeringan di Dam Karet Jatimlerek Jombang untuk melihat kerusakan karet, berdampak pada pasokan air untuk petani.
Pasokan air untuk sawah terhenti karena pompa di lokasi tak berfungsi.
Seperti terlihat hingga Sabtu (1/6) siang, kondisi pintu air Dam karet Jatimlerek seluruh terbuka.
Mulai pintu 1 hingga pintu 5 kecuali pintu 3 yang kondisinya tak rusak seluruhnya tak menggembung.
Kondisi itu, tentu saja membuat debit air di hulu Dam Karet Jatimlerek turun drastis.
Akibatnya tiga pompa yang disiagakan untuk menyedot air dari sungai brantas menuju intake Saluran Induk Jatimlerek berkurang.
Hingga Sabtu kemarin, dari tiga pompa yang disiagakan di lokasi hanya satu yang terlihat digunakan.
Pompa yang masih berfungsi, adalah pompa air mobile milik BBWS Brantas, sementara dua pompa lain dari BBWS Brantas dan BPBD Jatim terlihat tak bisa berfungsi.
Tak berfungsinya pompa itu, lantaran air terlalu rendah dan membuat selang penyedot dari pompa tak bisa menjangkau air.
“Memang namanya pengeringan ya otomatis airnya jadi surut sementara,” terang Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Jombang Sultoni.
Dijelaskan, mesin diesel yang berada di lokasi terlihat tak menyedot dan memompa air keluar.
Baca Juga: Dampak Jebolnya Pintu Dam Karet Jatimlerek Jombang, Petani Terpaksa Andalkan Sumur Bor
“Jadi untuk mesin pompa, sementara ini masih tidak berfungsi, karena turunnya debit air membuat selang penyedotnya tidak menyentuh air,” tambahnya.
Sultoni, mengaku belum bisa memastikan berapa lama kondisi itu akan berlangsung.
Namun yang pasti, proses perbaikan dan pengeringan itu memang membutuhkan waktu setidaknya 90 hari ke depan.
“Kalau perbaikannya 90 hari, tapi untuk pasokan air ke petani, tentu akan dicarikan solusi lagi secepatnya, apakah dengan menambah selang penyedot, ataukah nanti pembukaan pintu damnya diatur,” pungkasnya. (riz/ang/riz)
Editor : Achmad RW