Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jebolnya Dam Karet Jatimlerek Ganggu Penyebrangan Perahu Tambang Brantas di Jombang: Perahunya Sampai Kandas

Ainul Hafidz • Minggu, 19 Mei 2024 | 19:18 WIB

 

Landasan dermaga perahu tambang brantas di Jombang kini jadi turun karena jebolnya dam karet Jatimlerek
Landasan dermaga perahu tambang brantas di Jombang kini jadi turun karena jebolnya dam karet Jatimlerek

RadarJombang.id - Dampak jebolnya pintu penutup Dam Karet Jatimlerek dirasakan para pengusaha jasa perahu tambang di Desa/Kecamatan Megaluh, Jombang.

Jebolnya pintu 6 Dam Karet Jatimlerek itu, membuat debit air di hilir dam cenderung surut drastis.

Hal itu, membuat setelah harus mengatur ulang tempat sandaran dermaga perahu tambang turun hingga tak lagi bisa landai. 

Pantauan di lokasi, jasa perahu tambang masih beraktivitas seperti biasa.

Beberapa perahu menyeberangkan penumpang dari desa setempat ke Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk ataupun sebaliknya.

Hanya saja, tempat sandaran perahu atau naik-turunnya penumpang kini ujungnya lebih rendah.

Menyusul debit air Sungai Brantas turun.

”Kapalnya seperti kandas, makanya tempat lewat kendaraan kemarin diatur lagi,” kata Suparno salah seorang operator perahu tambang.

Terlebih bagi jasa di lokasi itu yang selama ini memuat kendaraan roda empat.

Sehingga, sandaran diatur sedemikian rupa atau disesuaikan dengan perahu.

Baca Juga: Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol dan Ganggu Pengairan, Dua Pompa Akr Mulai Didatangkan

Ini dilakukan agar kendaraan yang menyeberang bisa dengan mudah keluar atau pun masuk ke perahu.

”Biasanya waktu kemarau begini tempatnya (sandaran) itu sejajar dengan kapal. Ini karena airnya agak surut, kapalnya agak turun. Makanya bagian ujung ini disesuaikan kondisi kapal,” tutur dia.

Menurut dia, turunnya debit air sungai lantaran dam karet jebol.

”Sebenarnya hampir sama waktu banjir atau air sungainya naik, tempatnya juga disesuaikan,” tutur dia.

Kendati begitu, sampai saat ini rata-rata perahu tambang di lokasi itu masih beroperasi.

”Hanya di tambangan Dawuhan (Kecamatan Jatikalen, Nganjuk) sekarang libur, karena di sana pakai perahu biasa,” kata Suparno.

Hal serupa diungkapkan Effendi salah seorang penjaga Dam Karet Jatimlerek di sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

Selain berdampak ke irigasi pertanian, juga berimbas ke jasa perahu tambang.

”Ketika masuk musim kemarau, pintu enam ini harusnya ditutup, yang dibuka pintu satu dan dua saja,” kata Effendi sembari menunjukkan pintu itu.

Dam Karet Jatimlerek memiliki enam pintu. Pintu enam merupakan pintu paling besar dengan lebar 68 meter.

Sedangkan pintu satu dan dua paling kecil dengan lebar 6,5 meter. Karena pintu enam jebol, saat ini pintu satu hingga lima yang ditutup.

”Makanya aliran airnya deras. Tidak seperti biasa,” imbuh dia.

Baca Juga: Kronologi Dam karet Jatimlerek Jombang Jebol Hingga Ganggu Pengairan Sawah, Begini Penjelasan BBWS Brantas

Akibatnya lanjut Effendi, aliran air di hulu dam saat ini tidak bisa terkontrol.

”Berhubung pinu enam jebol sekarang jadi terbuka dan tidak bisa dikendalikan,” kata Effendi. (fid/ang/riz)

Editor : Achmad RW
#Jombang #Jebol #Jatimlerek #dam karet #brantas #tambang #perahu