Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dam Karet Jatimlerek Masih Jebol, DPRD Jombang Minta Pihak Terkait Bisa Pastikan Suplai Air untuk Petani Tetap Tercukupi

Azmy endiyana Zuhri • Minggu, 19 Mei 2024 | 18:57 WIB

 

Syaiful Kartomo, operator Dam Karet Jatimlerek menunjukkan titik pintu air yang rusak hingga membuat air sungai brantas tak bisa dibendung
Syaiful Kartomo, operator Dam Karet Jatimlerek menunjukkan titik pintu air yang rusak hingga membuat air sungai brantas tak bisa dibendung

RadarJombang.id – Keluhan petani wilayah utara Brantas Jombang yang was-was tak tersuplai air lantaran Dam Karet Jatimlerek jebol mendapat respons DPRD Jombang.

Komisi B DPRD Jombang meminta pemerintah bisa hadir memastikan semua sawah bisa teraliri dengan merata.

”Kami mengapresiasi pemerintah bisa mencarikan solusi dengan menggunakan pompa air untuk pengairan sawah, sehingga para petani agar bisa menanam kembali,” ujar Ketua Komisi B DPRD Jombang Sunardi, Sabtu (18/5).

Terlebih lagi, saat ini sudah memasuki musim tanam. Sehingga, kebutuhan air ini sangat penting untuk petani.

”Tapi hal ini harus dipastikan semua sawah yang terdampak harus teraliri semua,” katanya.

Menurutnya, pengawasan itu harus dilakukan. Pembagian air harus dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang ada.

”Jangan sampai nantinya ada petani yang mengeluhkan tetap tidak bisa mendapatkan atau mendapatkan jatah. Padahal waktunya mendapat pengairan,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap, petani bisa memaklumi kejadian ini. Dikarenakan kejadian ini juga merupakan musibah.

”Petani juga harus bersabar. Apabila ada keluhan bisa langsung melaporkan ke dinas terkait melalui pemerintah desa setempat,” katanya.

Dengan begitu, pemerintah bisa mencarikan solusi kembali yang terbaik.

Baca Juga: Dam Karet Jatimlerek Jebol, Dampaknya Mengganggu 1.300 Hektare Sawah di Utara Brantas Jombang

”Kami juga meminta keluhan petani harus direspons dengan baik,” pungkas Sunardi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebagian petani di wilayah utara Sungai Brantas yang terdampak rusaknya Dam Karet Jatimlerek mulai bisa memulai tanam.

Namun demikian, mengingat luasan lahan pertanian yang terdampak ditaksir mencapai sekitar 1.700 hektare, maka petani tetap waswas pasokan air akan tercukupi.

Mengingat hanya mengandalkan dua unit pompa air sehingga harus menunggu giliran dengan petani di wilayah lain yang sama-sama terdampak.

Salah satunya terpantau di Dusun Jatitambakrejo, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan. Sebagian sawah sudah teraliri air dari aliran irigasi Jatimlerek.

”Mulai hari ini (kemarin) sudah mengalir lagi, tapi sekarang gantian. Pengairannya digilir,” kata Sunyoto salah seorang petani. (yan/ang/riz)

Editor : Achmad RW
#DPRD #petani #suplai air #Jombang #Jebol #Jatimlerek #dam karet