RadarJombang.id - Jebolan pada karet pembendung salah satu pintu Dam Karet Jatimlerek diakui petugas operator bendungan dari BBWS Brantas.
Ia menyebut, kerusakan karet pembendung itu sudah berlangsung dua pekan terakhir.
Namun, penyebab utama, besaran kerusakan hingga perbaikan karet pembendung itu hingga kini belum bisa dipastikan.
“Kondisinya memang ada karet yang jebol, khususnya di pintu 6, atau pintu yang ukurannya paling besar,” terang Saiful Kartomo, operator Bendung Karet Jatimlerek dari BBWS Brantas (9/5).
Saiful menyebut, kerusakan itu diketahui awalnya saat adanya air yang keluar dari mesin pengontrol di ruangan.
Mesin pompa yang biasanya dipakai mengisi angin pada karet pembendung itu, tiba-tiba mengeluarkan air.
“Dan setelah itu tidak bisa lagi dipompa karetnya, jadi bisa dipastikan ada kebocoran di sana,” lanjutnya.
Ia juga menyebut, titik jebolnya karet bendungan itu, berada pada pintu yang paling lebar yakni pintu nomor 6.
“Pintu 6 itu lebarnya 68 meter, yang paling besar, sehingga air tidak bisa ditahan lagi,” imbuhnya.
Kerusakan pintu 6 Dam Karet Jatimlerek itu kontan saja berdampak besar.
Saiful menjelaskan seharusnya di musim kemarau dan debit air Sungai Brantas sedang relatif kecil.
Baca Juga: Talud Dam Balongsono Jombang Rusak Tergerus Air, Harus Dikeringkan Selama Proses Perbaikan
Karena itu, seharusnya pintu yang akan dibuka hanya pintu 1 dan pintu 2 yang lebarnya masing-masing 6,5 meter saja.
“Tapi karena 6 tidak bisa ditutup karena karetnya tidak menggembung, jadinya pintu 1 sampai 5 sekarang ditutup, agar ada air yang bisa tertahan,” lontarnya.
Air yang tertahan di hulu bendungan itulah yang seharusnya bisa dimasukkan ke intake saluran sekunder di sekitar Sungai Brantas.
“Nah karena ini los terbuka pintu 6 nya, yang tertahan jadi sedikit, sehingga yang masuk intake juga kecil sekali,” tambahnya.
Disinggung soal penyebab kerusakan itu, pihaknya juga tak bisa memastikannya.
Hanya saja, karet di pintu 6 itu memang sudah berusia lebih dari 10 tahun.
“Terakhir diganti itu tahun 2012 lalu, jadi memang sudah lama usianya,” imbuhnya.
Hingga kini, kerusakan itu disebut Saiful juga belum teridentifikasi.
Pihaknya belum bisa memastikan seberapa parah kerusakan yang muncul.
“Karena tidak bisa digembungkan karetnya, pengecekan belum bisa dilakukan. Untuk perbaikan ya menunggu dari kantor (BBWS) nanti, saya tidak tahu,” pungkasnya. (riz)
Editor : Achmad RW