Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pintu Dam Karet Jatimlerek Jebol, Petani 2 Kecamatan di Jombang Kelimpungan Cari Air Untuk Pertanian

Ainul Hafidz • Jumat, 10 Mei 2024 | 13:00 WIB

 

Kondisi karet pembendung di pintu 6 Dam Karet Jatimlerek sisi Megaluh yang kempes dan tak bisa digembungkan karena jebol membuat air sungai brantas tak bisa dikendalikan
Kondisi karet pembendung di pintu 6 Dam Karet Jatimlerek sisi Megaluh yang kempes dan tak bisa digembungkan karena jebol membuat air sungai brantas tak bisa dikendalikan

RadarJombang.id – Karet pembendung di salah satu pintu Dam Karet Jatimlerek Sungai Brantas Jombang jebol.

Akibat rusaknya pintu air Dam Karet Jatimlerek itu, sejumlah petani di dua kecamatan yakni Ploso dan Plandaan, Kabupaten Jombang kini kelimpungan.

Para petani, kebingungan mendapat mencari pengairan untuk lahan pertanian sebagian wilayah di Kecamatan Plandaan dan Ploso terdampak.

M Fatkur salah seorang warga Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang, mengatakan, sejak beberapa minggu terakhir salah satu pintu tidak berfungsi.

”Katanya ada yang rusak atau jebol,” kata Fatkur.

Salah satu pintu itu lokasinya berada di ujung atau pintu enam.

Lokasinya berada di sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Imbasnya lanjut dia, air dari Sungai Brantas tak bisa mengalir secara penuh ke bangunan bagi sadap Jatimlerek.

”Biasanya setelah panen, air dari Dam Karet Jatimlerek melimpah, sekarang berkurang,” imbuh dia.

Dikonfirmasi terkait itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi mengakui, terdapat kerusakan pada salah satu pintu dam.

”Jadi teman-teman UPT sudah koordinasi dengan operator, salah satu pintu bendung rusak,” katanya melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni.

Rusaknya pintu itu menurut Sultoni, karena karet mengalami kebocoran. Sehingga tak bisa berfungsi.

Membuat air Sungai Brantas langsung mengalir ke hilir. ”Harusnya pintu itu ditutup, karena karetnya rusak sekarang airnya mengalir,” imbuh dia.

Imbasnya masih menurut dia, pasokan air irigasi saat ini tersendat.

Tak bisa menyuplai kebutuhan lahan pertanian.

”Secara otomatis dampaknya ke jaringan irigasi Jatimlerek, areal sawah di sebagian Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso tidak bisa teraliri,” tutur Sultoni.

Dijelaskan, di lokasi itu terdapat bangunan bagi sadap Jatimlerek.

Dari bangunan itu yang membagi air ke Saluran Primer Jatimlerek.

Selama ini pengairan lahan pertanian di dua kecamatan itu mengandalkan air Sungai Brantas.

”Jadi secara pengelolaan dam ikut BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas, sedangkan DI (Daerah Irigasi) Jatimlerek ikut kewenangan provinsi, karena baku sawahnya 1.800 hektare,” ujar dia.

Dia tak bisa memastikan, sampai kapan suplai pengairan sawah di dua kecamatan itu bakal terdampak.

Namun, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak pemilik kewenangan bendung dan daerah irigasi.

”Yang jelas sudah kami sampaikan baik ke balai (BBWS Brantas) maupun ke provinsi, untuk penanganan sekaligus upaya bantuan air irigasi,” tutur Sultoni.

Baca Juga: Tinggalkan Motor di Pinggir Bendung Karet, Pemuda Jombang Nekat Ceburkan Diri ke Sungai Brantas

Langkah itu dilakukan lantaran saat ini wilayah setempat membutuhkan suplai air memasuki musim tanam kedua.

”Sedang diupayakan, entah nanti berupa pompa dan sebagainya,” kata Sultoni. (fid/riz)

 

Editor : Achmad RW
#petani #Jombang #kelimpungan #Jebol #Jatimlerek #dam karet #pengairan