Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pembangunan Huntara Untuk Warga Terdampak Bencana Tanah Gerak Wonosalam Jombang Terancam Molor, Pemkab Sebut Ada Kendala

Anggi Fridianto • Minggu, 28 April 2024 | 17:24 WIB

 

Pembangunan huntara untuk warga terdampak tanah gerak di Wonosalam Jombang
Pembangunan huntara untuk warga terdampak tanah gerak di Wonosalam Jombang

RadarJombang.id – Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak tanah gerak di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang terancam molor.

Hingga pekan ini,  baru 10 rumah yang sudah selesai pengerjaannya. 

Pemkab Jombang menyebut ada faktor yang jadi kendala hingga pembangunan rumah itu tak berjalan sesuai waktunya.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jombang Agung Hariadi, mengatakan pembangunan huntara masih berlanjut meski belum rampugn seluruhnya

“Dengan rincian program, 8 unit sudah sama berdiri dengan atap dan 4 unit proses dinding dan lantai,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Ia mengaku, pembangunan huntara tidak bisa selesai bulan ini. Sebab, cuaca di Wonosalam tak bisa ditebak.

Terkadang panas menyengat, tapi juga kadang-kadang hujan lebat disertai angin kencang.

“Di sana rata-rata jam 11 pagi sudah hujan. Kemudian jam 13.00 reda, tapi agak sore hujan lagi,’’ tambahnya.

Saat hujan itulah pekerja tidak bisa melanjutkan tugasnya.

Terlebih, bahan utama yang disiapkan berupa rangka baja ringan.

Hal ini cukup membahayakan pekerja.

”Bisa nyetrum kalau terjadi petir, mangkanya kita tidak ingin ambil risiko,’’ tegas Agung.

Meski demikian, pihaknya tetap menarget pekerjaan selesai tepat waktu.

Dari perkiraan awal, pembangunan 12 hunian sementara untuk warga terdampak longsor itu akan selesai sekitar minggu pertama Mei.

”Kalau kondisi cuaca masih ekstrem, kemungkinan bisa rampung 7-8 Mei,’’ tegasnya.

Ditemui terpisah, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, menyampaikan pembangunan huntara masih terus dikerjakan.

Selain huntara, kajian hunian juga masih tetap dilakukan.

Husus kajian hunian, pihaknya bekerjasama dengan tim ahli.

”Kemarin sempat diusulkan, apakah tidak sebaiknya penentuan huntap menyesuaikan permintaan warga. Jadi misalnya warga ingin dibangun di tanah mereka, kita kerjakan langsung,’’ jelas dia.

Namun, semua masih dalam proses pembahasan. terlebih rencana relokasi warga untuk sekarang ini cukup berat.

”Karena di sana tanah kelahiran mereka. Jadi kalau dibangunkan di luar itu mereka keberatan,’’ pungkasnya. (ang/bin)

 

Editor : Achmad RW
#Tanah Gerak #Terdampak #molor #huntara #Jombang #warga #Kendala #Wonosalam