Seiring adanya taman pendidikan Alquran (TPQ) dan anak-anak yang mengaji Gus Sentot menyebut Musala tak akan redup dan mati.
’’Mendirikan TPQ di musala merupakan cara paling efektif untuk menghidupkan musala,’’ kata Gus Sentot saat menghadiri peresmian TPQ di Musala Nurul Huda, Dusun Sambongduran Desa/Kecamatan Jombang kota, Rabu (28/2).
Selama masih ada anak-anak yang mau mengaji di musala, masa depan musala itu dipastikan cerah.
’’Di masa depan, anak-anak itulah yang kelak mengisi musala,’’ ucap ketua DPC Partai Demokrat Jombang ini.
Sebaliknya, jika sudah tidak ada anak-anak yang mengaji di musala, maka masa depan musala itu menjadi terancam.
’’Di masa depan, ketika yang tua-tua sudah wafat, khawatirnya tidak ada lagi pemuda yang ke musala,’’ urai bendahara ikatan sarjana NU (ISNU) Jombang ini.
Makanya dia semangat mendukung pembangunan TPQ.
’’Insya Allah saya selalu siap membantu untuk pembangunan TPQ,’’ ungkap ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang kelahiran 23 Maret 1975 ini.
Ketua PSSI dan Perkemi Jombang ini juga rutin keliling ke TPQ untuk memberi sangu anak-anak.
’’Agar anak-anak semakin semangat mengaji. Dan pahala sedekahnya saya niatkan untuk almarhum ayah,’’ kata putra almarhum KH A Rifa’i Romly ini.
Membuat anak-anak senang ke TPQ menurutnya sangat penting.
’’Agar anak-anak senang dan nyaman ngaji di musala. Sehingga ke depan, jika ada masalah, larinya ke pengajian dan ke masjid/musala,’’ terang alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW