RadarJombang.id - Banjir akibat luapan Kali Marmoyo yang hampir terjadi setiap tahun membutuhkan penanganan yang menyeluruh.
Dinas PUPR Jombang ada penanganan konkret yang dilakukan balai besar wilayah sungai (BBWS) Brantas selaku pemilik kewenangan sungai.
”Untuk Kali Marmoyo sebenarnya kebutuhannya sama dengan Afvour Watudakon, memang harus ada penanganan, normalisasi juga di sana,” terang Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Jombang Sultoni.
Pihaknya menyebut, penyempitan penampang sungai dan pendangkalan di dasar Kali Marmoyo menjadi persoalan serius yang butuh penanganan segera.
”Marmoyo kalau tidak ditangani secara menyeluruh minimal di Jombang, ya memang rawan untuk overtopping. Posisinya banyak penyempitan, sedimen juga,” lontarnya.
Terlebih ketika meluber, lanjut Sultoni, banjir dari luapan Kali Marmoyo punya kecenderungan lama surut karena luberan biasanya akan berlangsung secara bergiliran.
”Lubernya itu bergiliran mulai hulu hingga hilir,” tambahnya.
Karena itu, sebagai tindak lanjut dari permintaan warga juga pemdes itu, Sultoni menyebut sudah sering kali bersurat ke BBWS Brantas selaku pemilik kewenangan.
Surat yang dikirim, terkait kondisi Kali Marmoyo yang butuh penanganan.
”Setiap tahun kita bersurat, dan banjir itu jadi trigger utamanya. Namun, ya masih harus menunggu ini,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, masih terus datangnya banjir tiap kali musim hujan di Kali Marmoyo ditanggapi kepala desa di utara Brantas.
Baca Juga: 117 Hektare Sawah di Kecamatan Ploso Jombang Terendam Gegara Luberan Kali Marmoyo
Mereka berharap Pemkab Jombang meneruskan kegiatan normalisasi di Kali Marmoyo.
”Jadi, ini memang rutin setiap tahun sebenarnya. Setiap musim hujan Kali Marmoyo selalu penuh kemudian meluap,” terang Lasiman, Kepala Desa gedongombo, Kecamatan Ploso. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW